PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN
KOMUNIKASI
DALAM PEMBELAJARAN
11 Februari 2016
Disusun Oleh
Feby Dhikamulya (7516150180)
Joyce Pelupessy (7516150374)
Lisnawati Murni (7516150376)
Dosen Pembimbing
Dr. Robinson Situmorang
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan
yang berkualitas secara tradisional dikaitkan dengan guru yang kuat yang
memiliki derajat yang tinggi dan hubungan yang baik dengan peserta didik.
Penggunaan TIK dalam pendidikan cocok untuk pengaturan belajar yang lebih
berpusat pada siswa. Tapi dengan dunia yang bergerak cepat ke media digital dan
informasi, peran TIK dalam pendidikan menjadi lebih penting dan kepentingan ini
akan terus tumbuh dan berkembang di abad ke-21. Dunia pendidikan kini sudah
semakin maju dan modern. Fasilitas-fasilitas yang digunakan dalam kegiatan
pembelajaran, yang sekiranya masih bersifat tradisional, papan tulis misalnya
sudah dialihfungsikan menjadi barang penghuni gudang. Fenomena tersebut terjadi
karena adanya teknologi-teknologi yang semakin canggih seperti internet,
computer, LCD, dll. Internet merupakan salah satu macam dari teknologi
informasi dan komunikasi yang menjadi tren baru bagi dunia pendidikan.
Universitas-universitas, tempat kursus, sekolah-sekolah SMA, SMP, SD bahkan TK
pun tak mau ketinggalan untuk mengenalkan TIK kepada anak didiknya.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana
peran dan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran?
C. Tujuan
Agar
para pendidik mengetahui dan memahami peran dan penerapan Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Peran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam Pendidikan
Jika kita memahami sejarah teknologi dan komunikasi
(TIK), pendidikan merupakan salah satu bidang yang menyerap manfaat dari
teknologi informasi dan komunikasi. Peran penting TIK di dalam pendidikan,
antara lain:
1. TIK Menunjang Proses Belajar Mengajar
Di
bidang pendidikan, TIK mempengaruhi
pengajaran, pembelajaran dan penelitian. TIK memiliki potensi untuk
mempercepat, memperkaya, dan memperdalam keterampilan, untuk memotivasi dan
melibatkan para siswa, untuk membantu terkait
pengalaman sekolah untuk praktek kerja, menciptakan kelayakan ekonomi untuk
pekerja di
masa mendatang, serta memperkuat
pengajaran dan membantu sekolah-sekolah.[1]
Dalam perubahan dunia yang begitu cepat, ketrampilan dasar seseorang dalam
mengakses dan menerapkan informasi menjadi sangat penting.
Selama
bertahun-tahun guru menggunakan buku teks, mengajar dengan metode teacher centered, dengan presentasi
diselingi dengan tutorial dan kegiatan belajar yang dirancang untuk melatih
konten. Integrasi TIK dapat membantu
merevitalisasi guru dan siswa, membantu meningkatkan dan mengembangkan kualitas
pendidikan dengan memberikan dukungan kurikuler di bidang studi yang sulit
dipahami. Untuk mencapai tujuan
tersebut, guru perlu terlibat dalam proyek-proyek kolaboratif dan pengembangan
yang mencakup metode mengajar dengan TIK sebagai media pengajaran.
Menurut
Zhao dan Cziko, ada tiga kondisi yang diperlukan bagi guru untuk memperkenalkan
TIK ke dalam kelas mereka: Yang pertama, guru harus percaya pada efektivitas
teknologi. Kedua, guru harus percaya
bahwa penggunaan teknologi tidak akan menyebabkan gangguan apapun. Dan ketiga, guru harus percaya bahwa mereka memiliki
kontrol atas teknologi. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru tidak
memanfaatkan potensi TIK untuk berkontribusi pada kualitas lingkungan belajar,
meskipun mereka memahami bahwa TIK dapat menjadi media pengajaran yang efektif.[2]
Harris
melakukan studi kasus di tiga sekolah dasar dan tiga sekolah menengah, yang
difokuskan pada praktek pedagogis yang inovatif melibatkan TIK. Harris menyimpulkan bahwa manfaat dari TIK
akan diperoleh "... jika guru dengan percaya diri bersedia untuk
mengeksplorasi peluang baru untuk mengubah praktek kelas mereka dengan
menggunakan TIK. Hasilnya, penggunaan TIK tidak hanya akan meningkatkan
lingkungan belajar tetapi juga mempersiapkan generasi berikutnya untuk
kehidupan masa depan dan karir mereka.[3]
Penggunaan TIK di lingkungan
pendidikan bertindak sebagai katalis untuk perubahan ke arah yang lebih baik.
TIK sebagai alat yang mendorong dan mendukung siswa untuk belajar secara
mandiri . Dengan menggunakan TIK untuk tujuan belajar, para siswa menjadi lebih
bersemangat dalam proses belajar. Mereka
menggunakan TIK sebagai sumber informasi dan alat yang membantu perkembangan kognitif.
Dalam konsep konstruktivisme, belajar bukan hanya menghafal
fakta. Belajar dengan pendekatan TIK memberikan banyak kesempatan untuk belajar
secara konstruktivis melalui penyediaan dan dukungan bagi para siswa.[4] Penggunaan TIK mendukung berbagai aspek
konstruksi pengetahuan. Bila TIK digunakan dengan tepat, guru dapat memberikan
pengalaman belajar yang bermakna dan menarik bagi siswa mereka. Menggunakan TIK adalah cara strategis untuk
meningkatkan pembelajaran. Siswa menikmati proses belajar, melakukan penyelidikan
secara independen dan para siswa memperoleh keterampilan penting yang akan
mereka butuhkan dalam kehidupan masa depan mereka.
2. TIK Meningkatkan Kualitas dan Aksesibilitas Pendidikan
Salah
satu kontribusi paling penting dari TIK di bidang pendidikan adalah akses pembelajaran
yang mudah. TIK meningkatkan fleksibilitas penyampaian pendidikan agar peserta
didik dapat mengakses pengetahuan kapan saja dan dari mana saja. Dengan cara
ini, siswa belajar memotivasi diri mereka sendiri dalam pembelajaran yang
secara tidak langsung mempersiapkan peserta didik untuk belajar sepanjang
hayat. Dengan bantuan TIK, siswa dapat menelusuri melalui e-buku, contoh-contoh
ujian, memiliki akses yang lebih mudah kepada sumber daya manusia: mentor, para
ahli, peneliti, profesional, dan rekan-rekan seluruh dunia. Fleksibilitas ini
meningkatkan ketersediaan pembelajaran just-in-time
dan memberikan kesempatan belajar lebih banyak peserta didik.[1]
TIK dapat menghilangkan hambatan komunikasi yang
dibatasi oleh ruang dan waktu. TIK juga memungkinkan siswa, guru dan
profesional untuk dapat mengakses bahan penelitian dan materi kuliah dari
tempat setiap saat. Fasilitas tersebut
memungkinkan jaringan akademisi dan peneliti berbagi materi ilmiah. TIK
menghilangkan hambatan waktu dalam pendidikan, TIK juga menghilangkan hambatan
geografis karena peserta didik dapat me-login
di mana saja untuk mendapatkan atau memberikan informasi terbaru. TIK meningkatkan
dimensi internasional dari layanan pendidikan non-formal seperti kampanye
kesehatan dan kampanye literasi.[2] Dengan
demikian, TIK dapat digunakan untuk mempersiapkan tenaga kerja untuk masyarakat
informasi dan ekonomi global yang baru.
3. TIK Meningkatkan Lingkungan Belajar
B. Peran TIK dalam pembelajaran di PAUD
TIK
dapat berkontribusi menciptakan lingkungan belajar yang kuat dan handal. TIK
adalah alat yang mempunyai potensi kuat untuk menawarkan kesempatan pendidikan.
Sulit membayangkan lingkungan belajar masa depan tanpa dukungan Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK). Siswa
diharapkan untuk menguasai dan memahami pengetahuan yang selalu mengikuti
perkembangan jaman. Selain itu, guru
harus merangsang siswa untuk terlibat dalam konstruksi pengetahuan aktif.
TIK memberikan kesempatan untuk mengakses
informasi dari berbagai sumber informasi dan melihat informasi dari berbagai
perspektif, sehingga mendorong keaslian lingkungan belajar. TIK juga dapat
membuat proses kompleks lebih mudah untuk memahami melalui simulasi otentik
dalam lingkungan belajar. Dengan
demikian, TIK dapat berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran aktif dengan sistem
pendidikan dan cara belajar yang lebih modern. TIK meningkatkan pengalaman
siswa dan guru menggunakan waktu belajar untuk hasil belajar yang lebih baik.[1]
4. TIK Meningkatkan Motivasi Belajar
TIK
yang jika digunakan dengan tepat, dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan
siswa dalam proses belajar. TIK, khususnya komputer dan teknologi internet,
memungkinkan guru dan siswa untuk mengalami proses belajar mengajar dengan cara
yang lebih baik daripada cara konvensional. TIK berperan besar pada cara siswa
belajar. TIK seperti video, televisi dan perangkat lunak komputer yang
menggabungkan teks, suara, dan gambar bergerak, dapat digunakan sebagai media otentik
dalam proses pembelajaran. Radio interaktif juga memanfaatkan efek suara, lagu,
dramatisasi, membantu siswa untuk
mendengarkan dan menjadi lebih terlibat dalam pelajaran yang disampaikan. Pendekatan
belajar TIK memberikan kesempatan siswa untuk belajar secara konstruktivis dengan
metode student centered berbasis
sumber daya.[1] Dengan menggunakan multi-media, guru membuat proses
mengajar menjadi lebih menarik dan lebih hidup. Siswa pun mampu menangkap
pelajaran dengan mudah. TIK memungkinkan peserta didik untuk mengeksplorasi dan
menemukan pengetahuan, bukan hanya mendengarkan dan mengingat.
B. Peran TIK dalam pembelajaran di PAUD
Anak Usia Dini adalah masa yang paling
potensial untuk membangun dan menumbuhkembangkan potensi dalam diri anak. Pada
usia dini ini juga anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat
peka. Perlakuan yang tepat akan berpengaruh positif terhadap perkembangan anak
di masa depan.
1.
Kuantitas
Teknologi Yang Digunakan Anak-Anak
Anak-anak masa kini menghabiskan banyak waktu
di depan layar. Penelitian menemukan rata-rata anak-anak menghabiskan tujuh jam
sehari menggunakan media layar. 90% orang tua di Amerika Serikat melaporkan
bahwa anak di bawah usia dua telah menonton beberapa bentuk media
elektronik. Penelitian lain menemukan
anak-anak berusia dua sampai lima tahun menghabiskan lebih dari 32 jam seminggu
di depan layar. 52 % anak-anak usia 0-8 tahun memiliki akses untuk menggunakan
smart phone, tablet, atau alat elektronik lainnya.[1]
2.
Bagaimana
Anak-Anak menggunakan Teknologi
Para
pendidik setuju bahwa keaksaraan saat ini berarti mengembangkan literasi
digital (technology-handling skills),
yang sama pentingnya dengan pentingnya media cetak (book-handling skills) di masa lalu. Dari segi efektivitas, TIK saat ini dianggap
mampu mampu membantu sistem pengasuhan anak.
Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang tua mengakui menggunakan teknologi
cara mengasuh anak yang paling aman sementara orang dewasa di waktu yang sama melakukan
tugas mereka. Orang tua berpendapat anak
dapat belajar dari permainan-permainan yang memiliki konten pendidikan. Faktanya, penggunaan teknologi hanya efektif
bila guru memediasi penggunaannya dengan praktek disesuaikan dengan tahapan
perkembangan dan pengalaman belajar anak.
[2]
3. Efek Penggunaan Teknologi oleh Anak-Anak.
Sebagian besar penelitian mendokumentasikan
efek negatif dari penggunaan media terhadap anak-anak; Namun, beberapa studi menunjukkan adanya
manfaat menggunakan TIK pada anak-anak, asalkan format, isi, dan penggunaan
teknologi yang sesuai dengan tahapan perkembangan. Berikut adalah kelebihan dan
kekurangan penggunaan TIK pada anak-anak:
Kelebihan penggunaan
TIK pada anak-anak:[3]
·
Penggunaan
teknologi yang tepat pada anak-anak dapat mendukung kemampuan kognitif dan
sosial. Misalnya, komputer memungkinkan anak-anak untuk belajar matematika
dengan cara yang lebih kaya dan belajar memecahkan masalah lewat permainan
elektronik.
·
Penelitian
menemukan bahwa penggunaan teknologi dapat memberi manfaat positif bagi
perkembangan kosa kata dan bahasa anak-anak, membantu pemahaman logika
matematika, memecahkan masalah dan mengembangkan self-regulation.
Kekurangan penggunaan
TIK pada anak-anak:
·
Untuk
anak-anak di bawah usia dua, paparan media dikaitkan dengan penundaan kemampuan
berbahasa (speech delayed).
·
Untuk
anak usia prasekolah, penggunaan media yang dikaitkan dengan masalah fisik, perilaku,
dan kesehatan mental. Ini termasuk obesitas, kebiasaan tidur yang buruk,
perilaku agresif, dan gangguan perhatian.
·
Penggunaan
teknologi mengurangi keinginan membaca pada anak-anak.
·
Semakin
banyak waktu yang dihabiskan anak di bawah usia lima tahun menggunakan media
elektronik, semakin sedikit mereka berinteraksi dengan orang lain (saudara,
orang tua, teman sebaya) dan kurang memiliki kreativitas dalam bermain.
·
Anak
usia satu sampai tiga tahun cenderung sulit berkonsentrasi bila televisi sering
menjadi latar belakang kegiatan mereka.
C. Penerapan yang Tepat Guna di Kelas PAUD
Akses
TIK di PAUD bertujuan menawarkan anak-anak kesempatan untuk mengembangkan
keterampilan umum dan juga memperluas pengetahuan khusus mereka pada bidang teknologi.
Mengingat berbagai perangkat keras komputer dan perangkat lunak sekarang
tersedia di pasar dan didapat dengan mudah, para orang tua dan guru harus
memilih secara spesifik agar teknologi yang kita berikan memang sejalan dengan
tujuan pendidikan.
Dalam penerapan TIK
di kelas PAUD, komputer dan peralatan
elektronik lainnya adalah sebagai media belajar dengan guru sebagai
fasilitator. TIK memberikan pengalaman
belajar langsung bagi anak-anak. Beberapa
strategi di bawah ini mengacu pada bagaimana guru dapat mendukung penggunaan teknologi
bagi anak-anak:[1]
1.
Menyediakan
media teknologi yang aman dan mendidik bagi anak-anak. Sekolah dapat
menyediakan perangkat seperti komputer, kamera, ponsel, kalkulator, cash register, scanner genggam (seperti
yang digunakan oleh kasir), tablet, keyboard,
mouse, perekam suara. Dalam hal ini
diperlukan perangkat yang nyata dan aman sehingga anak-anak dapat bekerja
sesuai dengan kemampuan mereka untuk menggunakan peralatan tanpa risiko
membahayakan diri sendiri dan mereka pun mampu merawat dan menjaga peralatan
sehingga terhindar dari kerusakan akibat penggunaan.
2.
Pilih
hardware yang ramah bagi anak-anak.
Inovasi teknologi mempermudah anak-anak untuk menggunakan perangkat. Pilih
perangkat yang sesuai dengan persepsi dan perkembangan anak. Dorong anak-anak
yang paham bagaimana menggunakan peralatan untuk membantu rekan-rekan mereka
yang belum paham.
3.
Pilih
program atau aplikasi yang sesuai. Tekankan cara belajar interaktif, nyaman dan
menyenangkan bagi anak-anak. Guru dapat
memperkenalkan sebuah program atau aplikasi kepada beberapa anak dalam
kelompok kecil. Misalnya program/ aplikasi yang memungkinkan anak-anak untuk
mengetik huruf dan kata.
4.
Sediakan
ruang dan teknologi yang memfasilitasi pertukaran sosial dalam kelas. Misalnya
dengan meletakkan komputer di dalam kelas. Dengan cara ini anak-anak dapat
mengeksplorasi ruangan kelas, bukan hanya
sekedar bekerja dengan komputer. Guru
dapat mengajak anak-anak untuk menggunakan perangkat elektronik secara bersama-sama.
Perangkat ini harus terlihat dari bagian ruang yang lain dalam kelas sehingga
kapanpun anak-anak bisa menggunakannya dengan bimbingan guru.
5.
Dorong
anak-anak untuk mendiskusikan bagaimana memecahkan masalah yang ada dalam
program atau aplikasi. Bantu anak untuk merefleksikan
solusi mereka (misalnya: bagaimana cara mengubah potongan puzzle sehingga cocok
dengan potongan puzzle yang lain). Berikan dukungan agar anak tidak berkecil
hati saat perangkat tidak bekerja dengan semestinya. Akui upaya anak-anak
dalam memecahkan masalah.
6.
Libatkan
orang tua murid dalam penggunaan TIK.
Keterlibatan orang tua adalah komponen efektif. Komunikasi antara
pendidik dan orang tua sangat penting untuk keberhasilan pendidikan yang
optimal.
Penggunaan
teknologi bagi anak-anak menawarkan banyak kesempatan untuk belajar dengan cara
yang berbeda. Para pendidik harus bijak dalam menggunakan TIK sebagai media
pembelajaran yang tepat guna. Kita tidak boleh melupakan bahwa anak-anak perlu belajar
melalui interaksi langsung dengan orang-orang sekitar dan bahan-bahan nyata.
Pastikan untuk menyediakan kegiatan yang interaktif bagi anak-anak, yang memacu
mereka untuk merefleksikan apa yang mereka pelajari. Gunakan teknologi secara
kreatif dengan tepat dan seimbang dalam mendukung kurikulum Pendidikan Anak
Usia Dini.
BAB III
KESIMPULAN
Sebagai pendidik, kita tahu bahwa cara terbaik anak-anak
belajar yaitu dengan memanipulasi dan mengeksplorasi bahan-bahan nyata sehingga
mereka dapat menggunakan semua panca indra. Teknologi hadir secara teratur di dunia di sekitar kita
dan di kehidupan kita sehari-hari dan sebagai pendidik kita perlu bertanggung
jawab dan serius menemukan cara yang tepat untuk memperkenalkan dan mendidik
prasekolah usia anak-anak tentang perangkat teknologi di kelas. Anak-anak membutuhkan
kesempatan untuk mengeksplorasi dan bermain dengan komputer seperti yang mereka
lakukan dengan bentuk-bentuk TIK di dalam kelas. Ini berarti bahwa TIK harus
terintegrasi di seluruh kurikulum. Penggunaan
TIK harus didasarkan pada pemahaman tentang tujuan, praktik, dan konteks sosial
di dalam PAUD secara keseluruhan.
Sekali lagi tenaga
pendidik haruslah memahami dampak dari penerapan TIK dalam pembelajaran
sehingga dapat memanfaatkan teknologi dengan tepat, benar, dan aman bagi anak
didik. Karena di balik semua manfaat penerapan TIK dalam pembelajaran, tenaga
pendidik tetap mempunyai peranan utama baik sebagai penyusun penerapan TIK
dalam pembelajaran, pengajar, maupun pengontrol penerapan TIK di dalam kegiatan
kelas.
DAFTAR PUSTAKA
Davis, N.E. dan Tearle, P, A Core Curriculum for Telematics in Teacher
Training (Eds, 1999).
Smeets, E., Mooij, T., Bamps, H., Bartolom,
A., Lowyck, J., Redmond, D., & Steffens, K.,
The Impact of Information
and Communication Technology on the Teacher (Nijmegen,
the Netherlands: University of Nijmegen, ITS, 1999).
Harris, S. Innovative Pedagogical Practices Using ICT in Schools in England.
(Journal of Computer Assisted Learning, No. 18, 2002).
Barron, A.
Designing Web-Based Training (British Journal of Educational Technology,
Vol. 29, No. (4), 1998).
Young, J. The
24-Hour Professor. (The Chronicle of Higher Education, Vol. 48, No. (38),
2002).
UNESCO, Information
and Communication Technology in Education–A Curriculum for Schools and
Programme for Teacher Development (Paris: UNESCO, 2002).
Guernsey, L., Screen time: How Electronic Media – From
Baby Videos to Educational Software – Affects Your Young Child.
(New York, NY: Basic Books, 2012).
National Association for the Education of
Young Children and Fred Rogers Center for Early Learning and Children’s Media.
(2012). Technology and interactive media as tools in early childhood programs
serving children
from birth through age 8.
HighScope Educational Research Foundation &
Red-e Set Grow. (2013). http://www.coradvantage.org.
M. Atwi Suparman,
Teknologi
Pendidikan Dalam Pendidikan Jarak Jauh – Solusi untuk Kualitas dan
Aksesibilitas Pendidikan (Jakarta: Universitas Terbuka,
2014).

good jobe
BalasHapus