Minggu, 21 Februari 2016

PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN

PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
DALAM PEMBELAJARAN



11 Februari 2016
Disusun Oleh
Feby Dhikamulya (7516150180)
Joyce Pelupessy (7516150374)
Lisnawati Murni (7516150376)


Dosen Pembimbing
Dr. Robinson Situmorang


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS  NEGERI JAKARTA
2016




BAB I
PENDAHULUAN



A.       Latar Belakang

Pendidikan yang berkualitas secara tradisional dikaitkan dengan guru yang kuat yang memiliki derajat yang tinggi dan hubungan yang baik dengan peserta didik. Penggunaan TIK dalam pendidikan cocok untuk pengaturan belajar yang lebih berpusat pada siswa. Tapi dengan dunia yang bergerak cepat ke media digital dan informasi, peran TIK dalam pendidikan menjadi lebih penting dan kepentingan ini akan terus tumbuh dan berkembang di abad ke-21. Dunia pendidikan kini sudah semakin maju dan modern. Fasilitas-fasilitas yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, yang sekiranya masih bersifat tradisional, papan tulis misalnya sudah dialihfungsikan menjadi barang penghuni gudang. Fenomena tersebut terjadi karena adanya teknologi-teknologi yang semakin canggih seperti internet, computer, LCD, dll. Internet merupakan salah satu macam dari teknologi informasi dan komunikasi yang menjadi tren baru bagi dunia pendidikan. Universitas-universitas, tempat kursus, sekolah-sekolah SMA, SMP, SD bahkan TK pun tak mau ketinggalan untuk mengenalkan TIK kepada anak didiknya.  

B.       Rumusan Masalah
Bagaimana peran dan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran? 

C.       Tujuan
Agar para pendidik mengetahui dan memahami peran dan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran.




BAB II
PEMBAHASAN

A.       Peran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam Pendidikan

Jika kita memahami sejarah teknologi dan komunikasi (TIK), pendidikan merupakan salah satu bidang yang menyerap manfaat dari teknologi informasi dan komunikasi. Peran penting TIK di dalam pendidikan, antara lain:


1.       TIK Menunjang Proses Belajar Mengajar

Di bidang pendidikan, TIK  mempengaruhi pengajaran, pembelajaran dan penelitian. TIK memiliki potensi untuk mempercepat, memperkaya, dan memperdalam keterampilan, untuk memotivasi dan melibatkan para siswa, untuk membantu terkait pengalaman sekolah untuk praktek kerja, menciptakan kelayakan ekonomi untuk pekerja di masa mendatang, serta memperkuat pengajaran dan membantu sekolah-sekolah.[1] Dalam perubahan dunia yang begitu cepat, ketrampilan dasar seseorang dalam mengakses dan menerapkan informasi menjadi sangat penting.
Selama bertahun-tahun guru menggunakan buku teks, mengajar dengan metode teacher centered, dengan presentasi diselingi dengan tutorial dan kegiatan belajar yang dirancang untuk melatih konten.  Integrasi TIK dapat membantu merevitalisasi guru dan siswa, membantu meningkatkan dan mengembangkan kualitas pendidikan dengan memberikan dukungan kurikuler di bidang studi yang sulit dipahami.  Untuk mencapai tujuan tersebut, guru perlu terlibat dalam proyek-proyek kolaboratif dan pengembangan yang mencakup metode mengajar dengan TIK sebagai media pengajaran.
Menurut Zhao dan Cziko, ada tiga kondisi yang diperlukan bagi guru untuk memperkenalkan TIK ke dalam kelas mereka: Yang pertama, guru harus percaya pada efektivitas teknologi. Kedua,  guru harus percaya bahwa penggunaan teknologi tidak akan menyebabkan gangguan apapun. Dan ketiga,  guru harus percaya bahwa mereka memiliki kontrol atas teknologi. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru tidak memanfaatkan potensi TIK untuk berkontribusi pada kualitas lingkungan belajar, meskipun mereka memahami bahwa TIK dapat menjadi media pengajaran yang efektif.[2]
Harris melakukan studi kasus di tiga sekolah dasar dan tiga sekolah menengah, yang difokuskan pada praktek pedagogis yang inovatif melibatkan TIK.  Harris menyimpulkan bahwa manfaat dari TIK akan diperoleh "... jika guru dengan percaya diri bersedia untuk mengeksplorasi peluang baru untuk mengubah praktek kelas mereka dengan menggunakan TIK. Hasilnya, penggunaan TIK tidak hanya akan meningkatkan lingkungan belajar tetapi juga mempersiapkan generasi berikutnya untuk kehidupan masa depan dan karir mereka.[3]
Penggunaan TIK di lingkungan pendidikan bertindak sebagai katalis untuk perubahan ke arah yang lebih baik. TIK sebagai alat yang mendorong dan mendukung siswa untuk belajar secara mandiri . Dengan menggunakan TIK untuk tujuan belajar, para siswa menjadi lebih bersemangat dalam proses belajar.  Mereka menggunakan TIK sebagai sumber informasi dan alat yang membantu perkembangan kognitif. Dalam konsep  konstruktivisme, belajar bukan hanya menghafal fakta. Belajar dengan pendekatan TIK memberikan banyak kesempatan untuk belajar secara konstruktivis melalui penyediaan dan dukungan bagi para siswa.[4]  Penggunaan TIK mendukung berbagai aspek konstruksi pengetahuan. Bila TIK digunakan dengan tepat, guru dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menarik bagi siswa mereka.  Menggunakan TIK adalah cara strategis untuk meningkatkan pembelajaran. Siswa menikmati proses belajar, melakukan penyelidikan secara independen dan para siswa memperoleh keterampilan penting yang akan mereka butuhkan dalam kehidupan masa depan mereka.

2.       TIK Meningkatkan Kualitas dan Aksesibilitas Pendidikan
Salah satu kontribusi paling penting dari TIK di bidang pendidikan adalah akses pembelajaran yang mudah. TIK meningkatkan fleksibilitas penyampaian pendidikan agar peserta didik dapat mengakses pengetahuan kapan saja dan dari mana saja. Dengan cara ini, siswa belajar memotivasi diri mereka sendiri dalam pembelajaran yang secara tidak langsung mempersiapkan peserta didik untuk belajar sepanjang hayat. Dengan bantuan TIK, siswa dapat menelusuri melalui e-buku, contoh-contoh ujian, memiliki akses yang lebih mudah kepada sumber daya manusia: mentor, para ahli, peneliti, profesional, dan rekan-rekan seluruh dunia. Fleksibilitas ini meningkatkan ketersediaan pembelajaran just-in-time dan memberikan kesempatan belajar lebih banyak peserta didik.[1]
TIK dapat menghilangkan hambatan komunikasi yang dibatasi oleh ruang dan waktu. TIK juga memungkinkan siswa, guru dan profesional untuk dapat mengakses bahan penelitian dan materi kuliah dari tempat setiap saat.  Fasilitas tersebut memungkinkan jaringan akademisi dan peneliti berbagi materi ilmiah. TIK menghilangkan hambatan waktu dalam pendidikan, TIK juga menghilangkan hambatan geografis karena peserta didik dapat me-login di mana saja untuk mendapatkan atau memberikan informasi terbaru. TIK meningkatkan dimensi internasional dari layanan pendidikan non-formal seperti kampanye kesehatan dan kampanye literasi.[2] Dengan demikian, TIK dapat digunakan untuk mempersiapkan tenaga kerja untuk masyarakat informasi dan ekonomi global yang baru.

3.       TIK Meningkatkan Lingkungan Belajar
       TIK dapat berkontribusi menciptakan lingkungan belajar yang kuat dan handal. TIK adalah alat yang mempunyai potensi kuat untuk menawarkan kesempatan pendidikan. Sulit membayangkan lingkungan belajar masa depan tanpa dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).  Siswa diharapkan untuk menguasai dan memahami pengetahuan yang selalu mengikuti perkembangan jaman.  Selain itu, guru harus merangsang siswa untuk terlibat dalam konstruksi pengetahuan aktif.
     TIK memberikan kesempatan untuk mengakses informasi dari berbagai sumber informasi dan melihat informasi dari berbagai perspektif, sehingga mendorong keaslian lingkungan belajar. TIK juga dapat membuat proses kompleks lebih mudah untuk memahami melalui simulasi otentik dalam  lingkungan belajar. Dengan demikian, TIK dapat berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran aktif dengan sistem pendidikan dan cara belajar yang lebih modern. TIK meningkatkan pengalaman siswa dan guru menggunakan waktu belajar untuk hasil belajar yang lebih baik.[1]

4.       TIK Meningkatkan Motivasi Belajar
TIK yang jika digunakan dengan tepat, dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. TIK, khususnya komputer dan teknologi internet, memungkinkan guru dan siswa untuk mengalami proses belajar mengajar dengan cara yang lebih baik daripada cara konvensional. TIK berperan besar pada cara siswa belajar. TIK seperti video, televisi dan perangkat lunak komputer yang menggabungkan teks, suara, dan gambar bergerak, dapat digunakan sebagai media otentik dalam proses pembelajaran. Radio interaktif juga memanfaatkan efek suara, lagu, dramatisasi, membantu  siswa untuk mendengarkan dan menjadi lebih terlibat dalam pelajaran yang disampaikan. Pendekatan belajar TIK memberikan kesempatan siswa untuk belajar secara konstruktivis dengan metode student centered berbasis sumber daya.[1]  Dengan menggunakan multi-media, guru membuat proses mengajar menjadi lebih menarik dan lebih hidup. Siswa pun mampu menangkap pelajaran dengan mudah. TIK memungkinkan peserta didik untuk mengeksplorasi dan menemukan pengetahuan, bukan hanya mendengarkan dan mengingat.


B.       Peran TIK dalam pembelajaran di PAUD

Anak Usia Dini adalah masa yang paling potensial untuk membangun dan menumbuhkembangkan potensi dalam diri anak. Pada usia dini ini juga anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat peka. Perlakuan yang tepat akan berpengaruh positif terhadap perkembangan anak di masa depan.  

1.    Kuantitas Teknologi Yang Digunakan Anak-Anak
Anak-anak masa kini menghabiskan banyak waktu di depan layar. Penelitian menemukan rata-rata anak-anak menghabiskan tujuh jam sehari menggunakan media layar. 90% orang tua di Amerika Serikat melaporkan bahwa anak di bawah usia dua telah menonton beberapa bentuk media elektronik.  Penelitian lain menemukan anak-anak berusia dua sampai lima tahun menghabiskan lebih dari 32 jam seminggu di depan layar. 52 % anak-anak usia 0-8 tahun memiliki akses untuk menggunakan smart phone, tablet, atau alat elektronik lainnya.[1]

2.    Bagaimana Anak-Anak menggunakan Teknologi
Para pendidik setuju bahwa keaksaraan saat ini berarti mengembangkan literasi digital (technology-handling skills), yang sama pentingnya dengan pentingnya media cetak (book-handling skills) di masa lalu.   Dari segi efektivitas, TIK saat ini dianggap mampu mampu membantu sistem pengasuhan anak.  Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang tua mengakui menggunakan teknologi cara mengasuh anak yang paling aman sementara orang dewasa di waktu yang sama melakukan tugas mereka.  Orang tua berpendapat anak dapat belajar dari permainan-permainan yang memiliki konten pendidikan.  Faktanya, penggunaan teknologi hanya efektif bila guru memediasi penggunaannya dengan praktek disesuaikan dengan tahapan perkembangan dan  pengalaman belajar anak. [2]

     3.    Efek Penggunaan Teknologi oleh Anak-Anak.
Sebagian besar penelitian mendokumentasikan efek negatif dari penggunaan media terhadap anak-anak;  Namun, beberapa studi menunjukkan adanya manfaat menggunakan TIK pada anak-anak, asalkan format, isi, dan penggunaan teknologi yang sesuai dengan tahapan perkembangan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan penggunaan TIK pada anak-anak:
Kelebihan penggunaan TIK pada anak-anak:[3]
·         Penggunaan teknologi yang tepat pada anak-anak dapat mendukung kemampuan kognitif dan sosial. Misalnya, komputer memungkinkan anak-anak untuk belajar matematika dengan cara yang lebih kaya dan belajar memecahkan masalah lewat permainan elektronik.
·         Penelitian menemukan bahwa penggunaan teknologi dapat memberi manfaat positif bagi perkembangan kosa kata dan bahasa anak-anak, membantu pemahaman logika matematika, memecahkan masalah dan mengembangkan self-regulation.

Kekurangan penggunaan TIK pada anak-anak:
·         Untuk anak-anak di bawah usia dua, paparan media dikaitkan dengan penundaan kemampuan berbahasa (speech delayed).
·         Untuk anak usia prasekolah, penggunaan media yang dikaitkan dengan masalah fisik, perilaku, dan kesehatan mental.  Ini  termasuk obesitas, kebiasaan tidur yang buruk, perilaku agresif, dan gangguan perhatian.
·         Penggunaan teknologi mengurangi keinginan membaca pada anak-anak.
·         Semakin banyak waktu yang dihabiskan anak di bawah usia lima tahun menggunakan media elektronik, semakin sedikit mereka berinteraksi dengan orang lain (saudara, orang tua, teman sebaya) dan kurang memiliki kreativitas dalam bermain.
·         Anak usia satu sampai tiga tahun cenderung sulit berkonsentrasi bila televisi sering menjadi latar belakang kegiatan mereka.



C.       Penerapan yang Tepat Guna di Kelas PAUD

Akses TIK di PAUD bertujuan menawarkan anak-anak kesempatan untuk mengembangkan keterampilan umum dan juga memperluas pengetahuan khusus mereka pada bidang teknologi. Mengingat berbagai perangkat keras komputer dan perangkat lunak sekarang tersedia di pasar dan didapat dengan mudah, para orang tua dan guru harus memilih secara spesifik agar teknologi yang kita berikan memang sejalan dengan tujuan pendidikan.
Dalam penerapan TIK di kelas PAUD,  komputer dan peralatan elektronik lainnya adalah sebagai media belajar dengan guru sebagai fasilitator.  TIK memberikan pengalaman belajar langsung bagi anak-anak.  Beberapa strategi di bawah ini mengacu pada bagaimana guru dapat mendukung penggunaan teknologi bagi anak-anak:[1]

1.    Menyediakan media teknologi yang aman dan mendidik bagi anak-anak. Sekolah dapat menyediakan perangkat seperti komputer, kamera, ponsel, kalkulator, cash register, scanner genggam (seperti yang digunakan oleh kasir), tablet, keyboard, mouse, perekam suara. Dalam hal ini diperlukan perangkat yang nyata dan aman sehingga anak-anak dapat bekerja sesuai dengan kemampuan mereka untuk menggunakan peralatan tanpa risiko membahayakan diri sendiri dan mereka pun mampu merawat dan menjaga peralatan sehingga terhindar dari kerusakan akibat penggunaan.

2.    Pilih hardware yang ramah bagi anak-anak. Inovasi teknologi mempermudah anak-anak untuk menggunakan perangkat. Pilih perangkat yang sesuai dengan persepsi dan perkembangan anak. Dorong anak-anak yang paham bagaimana menggunakan peralatan untuk membantu rekan-rekan mereka yang belum paham.

3.    Pilih program atau aplikasi yang sesuai. Tekankan cara belajar interaktif, nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak. Guru dapat  memperkenalkan sebuah program atau aplikasi kepada beberapa anak dalam kelompok kecil. Misalnya program/ aplikasi yang memungkinkan anak-anak untuk mengetik huruf dan kata. 

4.    Sediakan ruang dan teknologi yang memfasilitasi pertukaran sosial dalam kelas. Misalnya dengan meletakkan komputer di dalam kelas. Dengan cara ini anak-anak dapat mengeksplorasi ruangan kelas,  bukan hanya sekedar bekerja dengan komputer.  Guru dapat mengajak anak-anak untuk menggunakan perangkat elektronik secara bersama-sama. Perangkat ini harus terlihat dari bagian ruang yang lain dalam kelas sehingga kapanpun anak-anak bisa menggunakannya dengan bimbingan guru.

5.    Dorong anak-anak untuk mendiskusikan bagaimana memecahkan masalah yang ada dalam program atau aplikasi.  Bantu anak untuk merefleksikan solusi mereka (misalnya: bagaimana cara mengubah potongan puzzle sehingga cocok dengan potongan puzzle yang lain). Berikan dukungan agar anak tidak berkecil hati saat perangkat tidak bekerja dengan semestinya. Akui upaya anak-anak dalam  memecahkan masalah.

6.    Libatkan orang tua murid dalam penggunaan TIK.  Keterlibatan orang tua adalah komponen efektif. Komunikasi antara pendidik dan orang tua sangat penting untuk keberhasilan pendidikan yang optimal.

Penggunaan teknologi bagi anak-anak menawarkan banyak kesempatan untuk belajar dengan cara yang berbeda.  Para pendidik harus bijak  dalam menggunakan TIK sebagai media pembelajaran yang tepat guna. Kita tidak boleh melupakan bahwa anak-anak perlu belajar melalui interaksi langsung dengan orang-orang sekitar dan bahan-bahan nyata. Pastikan untuk menyediakan kegiatan yang interaktif bagi anak-anak, yang memacu mereka untuk merefleksikan apa yang mereka pelajari. Gunakan teknologi secara kreatif dengan tepat dan seimbang dalam mendukung kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini.




BAB III
KESIMPULAN

Sebagai pendidik, kita tahu bahwa cara terbaik anak-anak belajar yaitu dengan memanipulasi dan mengeksplorasi bahan-bahan nyata sehingga mereka dapat menggunakan semua panca indra. Teknologi  hadir secara teratur di dunia di sekitar kita dan di kehidupan kita sehari-hari dan sebagai pendidik kita perlu bertanggung jawab dan serius menemukan cara yang tepat untuk memperkenalkan dan mendidik prasekolah usia anak-anak tentang perangkat  teknologi di kelas. Anak-anak membutuhkan kesempatan untuk mengeksplorasi dan bermain dengan komputer seperti yang mereka lakukan dengan bentuk-bentuk TIK di dalam kelas. Ini berarti bahwa TIK harus terintegrasi di seluruh kurikulum.  Penggunaan TIK harus didasarkan pada pemahaman tentang tujuan, praktik, dan konteks sosial di dalam PAUD secara keseluruhan.

Sekali lagi tenaga pendidik haruslah memahami dampak dari penerapan TIK dalam pembelajaran sehingga dapat memanfaatkan teknologi dengan tepat, benar, dan aman bagi anak didik. Karena di balik semua manfaat penerapan TIK dalam pembelajaran, tenaga pendidik tetap mempunyai peranan utama baik sebagai penyusun penerapan TIK dalam pembelajaran, pengajar, maupun pengontrol penerapan TIK di dalam kegiatan kelas.



DAFTAR PUSTAKA


Davis, N.E. dan Tearle, P, A Core Curriculum for Telematics in Teacher Training (Eds, 1999).

Smeets, E., Mooij, T., Bamps, H., Bartolom, A., Lowyck, J., Redmond, D., & Steffens, K., The Impact of Information and Communication Technology on the Teacher (Nijmegen, the Netherlands: University of Nijmegen, ITS, 1999).

Harris, S. Innovative Pedagogical Practices Using ICT in Schools in England. (Journal of Computer Assisted Learning, No. 18, 2002).

Barron, A. Designing Web-Based Training (British Journal of Educational Technology, Vol. 29, No. (4), 1998).

Young, J. The 24-Hour Professor. (The Chronicle of Higher Education, Vol. 48, No. (38), 2002).

UNESCO, Information and Communication Technology in Education–A Curriculum for Schools and Programme for Teacher Development (Paris: UNESCO, 2002).

Guernsey, L.,  Screen time: How Electronic Media – From Baby Videos to Educational Software – Affects Your Young Child. (New York, NY: Basic Books, 2012).

National Association for the Education of Young Children and Fred Rogers Center for Early Learning and Children’s Media. (2012). Technology and interactive media as tools in early childhood programs serving children from birth through age 8.

HighScope Educational Research Foundation & Red-e Set Grow. (2013). http://www.coradvantage.org.

M. Atwi Suparman, Teknologi Pendidikan Dalam Pendidikan Jarak Jauh – Solusi untuk Kualitas dan Aksesibilitas Pendidikan (Jakarta: Universitas Terbuka, 2014).



1 komentar: