Minggu, 21 Februari 2016

PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH

PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH




Disusun Oleh
Feby Dhikamulya (7516150180)
Joyce Pelupessy (7516150374)
Lisnawati Murni (7516150376)


Dosen Pembimbing
Dr. Robinson Situmorang


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS  NEGERI JAKARTA
2016




BAB I
PENDAHULUAN



A.       Latar Belakang

Masa usia dini merupakan masa keemasan (the golden age), yang merupakan masa yang sensitif, dimana anak pada masa ini memperoleh berbagai pengalaman dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Pada masa ini, otak anak sedang tumbuh dan berkembang sejalan dengan rangsangan atau stimulus yang diterima dari lingkungannya. Apabila anak mendapatkan stimulus yang benar, maka secara efektif dan efisien segala informasi akan mudah diserap anak. Oleh karena itu harus diisi dengan sebaik-baiknya agar potensi anak dapat berkembang secara optimal. Agar potensi yang dimiiki oleh anak tetap terjaga dan dapat dioptimalkan perkembangannya, maka anak harus diberikan stimulus atau rangsangan agar anak dapat mengeksplor dan menemukan pengalaman yang berharga.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berkaitan dengan pendidikan anak usia dini tertulis pada Pasal 1 ayat 14 yang berbunyi:
“Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang diiakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”[1].

Pada ayat ini dijelaskan, dalam upaya pemberian pendidikan pada anak usia dini dengan cara pemberian rangsangan untuk menumbuh ­kembangkan potensi yang ada pada diri anak. Pendidikan ini menjebatani agar anak memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan lebih lanjut dengan pengalaman-pengalaman yang telah didapatkan.
Montessori dalam Sujiono mengatakan bahwa masa ini merupakan periode sensitif (sensitive periods), selama masa inilah anak secara khusus mudah menerima stimulus-stimulus dari lingkungannya. Pada masa ini anak melakukan berbagai kegiatan dalam rangka memahami dan menguasai lingkungannya[2].
Lingkungan anak di era masa sekarang ini tidak bisa kita lepaskan dari namanya perkembangan teknologi. Hal ini bisa kita lihat dari seiring dengan kemajuan teknologi yang mengglobal yang telah mempengaruhi dalam segala aspek kehidupan baik dibidang ekonomi, politik, kebudayaan seni dan bahkan di dunia pendidikan. Dunia pendidikan hendaknya  mengadakan inovasi yang positif untuk kemajuan pendidikan dan sekolah. Tidak hanya inovasi dibidang kurikulum, sarana-prasarana, namum inovasi yang menyeluruh dengan menggunakan teknologi informasi dalam kegiatan pendidikan. Teknologi pendidikan dapat mengubah cara pembelajaran yang konvensional menjadi nonkonvensional[3]. Sehingga melalui teknologi, pendidik dapat menggunakan berbagai cara pembelajaran yang bervariasi.
Pembelajaran adalah suatu proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Belajar dalam pengertian aktivitas dari peserta didik (pelajar) dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan. Anak Usia Dini belajar dengan caranya sendiri karena kepribadian mereka belum bisa diatur secara maksimal. Kegiatan belajar yang biasa lebih cepat membuat anak merasa cepat jenuh. Maka anak-anak lebih menyukai bermain dan hal-hal yang menyenangkan. Dengan mengubah mindset belajar dengan menggunakan hasil Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan seperti penggunaan gambar-gambar animasi diharapkan anak bisa menikmatinya serta memperagakannya. Anak biasanya suka melihat gambar-gambar bergerak daripada gambar-gambar diam.
Dalam rangka menciptakan model–model pembelajaran yang inovatif, maka pembelajaran berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sangatlah berperan untuk peningkatan mutu peserta didik, Namun demikian perkembangan pembelajaran berbasisi TIK sebelum di berikan kepada Anak Usia Dini sebaiknya berikan kepada para pendidik PAUD (tutor, guru). Dengan mempelajari pekembangan ilmu yang sekarang ini berkembang khususnya ilmu yang berbasis TIK sangat berperan dalam pembelajar dan meningkatkan perkembangan yang ada pada diri anak sendiri. Tidak hanya itu, keperluan akan penguasaan TIK telah diantisipasi oleh pemerintah dalam hal ini oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dengan dimasukkannya kurikulum TIK dalam kurikulum dari pendidikan dasar sampai ke perguruan tinggi. Diharapkan dengan diimplementasikannya kurikulum TIK ini akan meningkatkan kualitas proses pengajaran, kualitas penilaian kemajuan siswa, dan kualitas administrasi sekolah maupun guru/pendidik..
Perkembangan TIK yang makin melaju cepat telah menumbuhkan keperluan terhadap digunakannya pendekatan pendidikan atau pembelajaran lain disamping pendekatan konvensional tatap muka. Pendidikan lain itu adalah pendidikan atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang pada mulanya hanya dikenal dengan satu nama, yaitu pendidikan korespondensi[4]. Ada beberapa istilah yang selama ini digunakan diluar pendidikan atau pembelajaran korespondensi yaitu, belajar mandiri, pendidikan terbuka, sekolah terbuka, PJJ, dan lain-lain. Banyak istilah yang digunakan sejalan dengan perkembangan muktahir dan bidang TIK. Salah satu mempengaruhi teknologi baru dalam PJJ saat ini meliputi jaringan komputer atau internet dan sekarang banyak manusia tergantung oleh internet dimana dapat mudah mengaskses beberapa data dari mulai mendiseminasikan suara, warna, teks serta gambar pada saat bersamaan dan masih banyak yang lainnya.
Proses pembelajaran Jarak jauh terjadi ketika proses pembelajaran tidak terjadinya kontrak dalam bentuk tatap muka langsung antar pengajar dan pembelajar melainkan komunikasi berlangsung dua arah yang dijembatani dengan media seperti komputer, televisi, radio, telephon, internet, video dan sebagainnya. Pendidikan atau pembelajaran jarak jauh telah dilaksanakan secara luas di berbagai negara, seperti Australia, Inggris, Mlaysia, Kanada, Amerika Serikat, Jerman, Belanda, India, Pakistan, Sri Lanka, Nepal, Afganistan, Thailand, Birma, Bangladesh, Bhutan, Fiji, Hongkong, Jepang, Republik Rakyat Cina, Selandia Baru, Korea, Afrika Selatan, Filipina, Papua Nugini, dan Indonesia[5]. Tingkat pendidikan yang ditawarkan bervariasi mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah sampai pemdidikan tinggi dari tingkat sertifikat, diploma, sarjana sampai tingkat pasca sarjana (magister maupun doktor). Berdasarkan beberapa uraian yang sudah diperoleh dengan adanya PJJ yang bervariasi, kiranya perlu kita pahami bagaimana penerapan TIK dalam pembelajaran jarak jauh yang dapat dilakukan dalam pembelajaran PAUD dan sekolah.

B.       Rumusan Masalah
Dengan latar belakang di atas dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut: Bagiamana penerapan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam pembelajaran jarak jauh yang dapat dilakukan dalam pembelajaran PAUD dan Sekolah?

C.       Tujuan
Untuk mengetahui Penerapan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam pembelajaran jarak jauh yang dapat dilakukan dalam pembelajaran PAUD dan Sekolah.




BAB II
PEMBAHASAN

A.       Pengertian TIK

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pusat kurikulum mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi komunikasi mencakup segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, penguasaan TIK berarti kemampuan memahami dan menggunakan alat TIK secara umum termasuk komputer (Computerliterate) dan memahami informasi (Informationliterate). UNESCO mendefenisikan bahwa TIK adalah teknologi yang digunakan untuk berkomunikasi dan menciptakan, mengelola dan mendistribusikan informasi[1]. Defenisi umum TIK adalah computer, internet, telepon, televisi, radio, dan peralatan audiovisual lainnya.
Banyak alasan bahwa TIK menjadi penting dalam kehidupan keseharian kita seperti penggunaan komputer dan teknologi komunikasi yang memang sudah termasuk dalam kehidupan globalisasi. Tidak terkecuali di sekolah yang dapat mempergunakan TIK untuk mempermudah pengajaran jika memang dibutuhkan pada materi-materi tertentu.
Berdasarkan paparan yang telah dikemukakan sebelumnya dapat disimpulkan Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, meliputi memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, pendidikan, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan sehingga pesan bisa tersampaikan serta informasi yang dibutuhkan akan relevan, akurat, dan tepat waktu.


B.       Pengertian PAUD

Anak usia dini merupakan individu dengan rentang usia 0-8 tahun (NAEYC) yang mempunyai karakter dan potensi yang sedang menjalani proses perkembangan begitu pesat untuk kehidupan selanjutnya. Hal ini diperkuat oleh Sujiono yaitu anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya[1]. Proses perkembangan yang berlaku pada anak usia dini meliputi beberapa aspek yaitu aspek sikap dan perilaku beragama, kognitif, motorik, seni, dan emosi. Aspek tersebut digunakan untuk memberikan stimulasi yang tepat pada pola perkembangan anak sehingga terjadi kesesuaian didalamnya. Sebaiknya dalam kegiatan pembelajaran dalam pendidikan anak usia dini mengutamakan bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain. Melalui bermain inilah anak mencoba menjajaki berbagai hal menarik untuk dirinya dan mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara alamiah bermain memotivasi anak untuk mengetahui sesuatu secara lebih mendalam dan secara spontan anak mengembangkan kemampuannya. Selain itu, bermain merupakan wahana yang penting dan dibutuhkan untuk perkembangan berfikir anak.

C.       Pengertian Pembelajaran Jarak Jauh

Pembelajaran jarak jauh bukanlah suatau hal yang baru dalam dunia pendidikan sekarang ini. Proses pembelajarannya biasanya dilakukan dengan mengirimkan berbagai materi pembelajaran dan informasi dalam bentuk cetakan, buku, CD-ROM, atau video lainnya ke alamat pembelajar. Pembelajaran jarak jauh akan lebih efektif jika sebelumnya membuat suatu web based distance learning yang melibatkan antara pengajar dan pembelajar dengan media teknologi yang memerlukan fasilitas intenet untuk tetap menjaga konektivitasnya sehingga dapat menentukan kesinambungan suatu pembelajaran jarak jauh.
Menurut Miarso[1] pengertian Pendidikan atau pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah pendidikan terbuka dengan program belajar yang terstruktur relatif ketat dan pola pembelajaran yang berlangsung tanpa tatap muka atau keterpisahan atau guru dengan peserta didik. Sedangkan menurut Suparman[2], PJJ adalah merupakan proses pendidikan yang bagian terpenting pengajarannya disampaikan oleh seseorang yang berada ditempat terpisah dan pada waktu yang mungkin berbeda dengan tempat dan waktu si pelajar. Hanya, ketidaktergantungan akan tempat dan waktu ini akan memerlukan penggunaan sederet media instruksional, yang berfungsi untuk mengurangi peranan pengajaran tatap muka konvesional.
Menurut UU Nomor 20 Tauhun 2003 tentang system pendidikan nasional, Pasal 1 ayat 15 dijelaskan bahwa PJJ adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi informasi komunikasi dan media lain[3].
Menurut Keegan (1984) dalam A.P. Hardhono[4] karakteristik PJJ adalah 1) adanya keterpisahan mendekati permanen antara tenaga pengajar dari peserta didik selama program pendidikan. 2) ada keterpisahan yang`mendekati permanen antara seorang peserta didik dari peserta didik lain selama program pendidikan. 3) ada suatu institusi yang mengelola program pendidikan, inilah yang membedakan dengan kegiatan seseorang yang belajar sendiri di rumah atau studi pribadi. 4) pemanfaatan sarana komunikasi baik baik mekanis maupun elektronis untuk menyampaikan bahan belajar. 5) penyediaan sarana komunikasi dua arah sehingga peserta didik dapat mengambil inisiatif dialog dan mengambil manfaatnya.
Berdasarkan uraian diatas, bisa disimpulkan bahwa PJJ merupakan keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar, keterpisahan baik karena faktor jarak, waktu atau kombinasi keduanya selain itu dimanfaatkannya berbagai media untuk keperluan komunikasi seperti adanya web based distance learning yang diperlukan fasilitas internet untuk tetap menjaga konektivitasnya. Keterpisahan jarak dalam PJJ itu terjadi antara pendidik dan peserta didik dalam situasi khusus. Keterpisahan atau jarak itu menimbulkan adanya pola perilaku pendidik dan peserta didik yang berbeda dengan pola prilaku dalam lingkungan pendidikan konvensional.


D.       Penerapan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam pembelajaran PAUD dan Sekolah


Di era globalisasi, TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) merupakan sesuatu yang sudah lumrah berada di lingkungan anak usia dini, apalagi jika anak dilahirkan di daerah perkotaan yang memang dalam lingkungan keseharian menggunakan TIK. Anak usia dini seyogyanya sudah dapat diperkenalkan mengenai ragam TIK, misalnya dengan televisi, telepon, media cetak, komputer, dan sejenisnya yang memang termasuk dalam TIK.
Dalam pembelajaran TIK untuk anak usia dini, guru/pendidik dapat mengajarkan anak untuk mengenal, memahami, dan menggunakan TIK secara sederhana bahkan dalam TIK mendapatkan kegiatan berlajar yang dikonsepkan yaitu belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar. Untuk menyiapkan pembelajaran TIK yang menyenangkan, efektif dan terintegrasi, guru atau pendidik lainnya dapat mencari informasi, merencanakan aktivitas yang akan dilakukan, membangun prosedur berupa pemahaman dan aturan yang baru mengenai TIK untuk anak usia dini. Untuk itu dibutuhkan sumber daya manusia yang “melek teknologi” khususnya untuk anak usia dini yang sesuai dengan karakter usia mereka. Dengan kata lain, fasilitas pembelajaran dan sumber daya manusia yang paham akan TIK harus berbanding lurus.
Terdapat berbagai materi pembelajaran yang dapat dikembangkan melalui TIK. Pembelajaran yang berbasis TIK pada anak usia dini, dapat berupa pengenalan dengan komputer. Preschool children demonstrate knowledge of basic  operations and concepts when they use a mouse, keyboard or touch screen to operate computer[1]. Anak-anak prasekolah mendemostrasikan konsep dan pengetahuan basic operations ketika mereka menggunakan mouse, keyboard atau layar sentuh. Pengenalkan akan komputer perlu dilakukan sedini mungkin. Berdasarkan hal ini, komputer dapat digunakan pada pembelajaran di PAUD. Penggunaan multimedia tersebut digunakan untuk anak usia dini yang berbasis belajar sambil bermain sehingga tidak membuat anak jenuh akan pembelajaran yang masih bersifat konvensional.
Penggunaan komputer merupakan hal yang menarik perhatian anak-anak usia dini. Ketertarikan anak-anak disebabkan karena gambar, suara, warna dan gambar bergerak. Menurut Piaget, anak-anak usia 2-7 tahun berada pada tahap berfikir pra operasional[2]. Pada tahap ini, anak-anak mulai berfikir simbolik. sehingga pembelajaran menggunakan media visual pada komputer cocok pada anak usia dini. Suatu contoh, pada saat pembelajaran binatang gajah, guru dapat menampilkan gambar gajah yang berbadan besar dan sedang berjalan. Gambar-gambar ini, merupakan simbol bagi anak, sehingga anak akan memahai tentang bagaimana bentuk gajah dan bagian-bagian gajah.
Didalam TIK dikenal juga dengan pembelajaran jarak jauh. Dalam proses pembelajarannya biasanya dilakukan dengan mengirimkan berbagai materi pembelajaran dan informasi dalam bentuk cetakan, buku, CD-ROM, atau video lainnya ke alamat pembelajar. Bahkan membuat suatu link web yang dapat membantu berjalan pembelajaran jarak jauh tersebut. Hal tersebut dengan adanya beberapa link web yang dapat digunakan guru untuk memperoleh gelar atau sertifikat dalam pendidikan anak usia dini. Bukan hanya itu, dalam perkembangan PJJ, guru dapat membuat salah satunya ialah, video berdurasi 2 menit, CD interaktif bagi anak-anak sekolah dasar (SD) awal dan menggambar menggunakan komputer.
Adapun beberapa pembelajaran jarak jauh yang menggunakan web based distance learning yang dapat digunakan untuk guru/pendidik yang dapat mengembangkan kemampuan dalam mengajarnya serta dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih bermutu bukan hanya itu saja tetapi link-link dibawah ini juga membantu pedidik dalam memperoleh gelar pendidikan anak usia dini (Early Childhood Eduaction Degree Online). Sedangkan untuk peserta didik, link-link yang didalamnya terdapat ilmu pengetahuannya yang dapat mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor adalah sebagai berikut:
·         Guru/Pendidik
ü  Dan sebagainya.
·         Perserta didik
ü  Dan sebagainya.

Beberapa di link-link web diatas diharapkan dapat meningkatkan potensi guru/pendidik dan perserta didik. Pembelajaran Jarak Jauh ini dapat mengajak guru/pendidik sebagai acuan untuk membuat program-program bermutu untuk anak usia dini baik dari segi edukasi games online (permainan beredukasi secara online) yang sesuai anak usia dini. PJJ juga dapat memudahkan guru untuk memperolah ilmu dlam mengembangkan teknik pengajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami anak usia dini serta para pengajar/pendidik juga turut andil dalam mencerdaskan generasi-genarasi bangsa dari sejak usia dini menjadi sosok penerus bangsa yang bisa membanggakan bangsa dan negaranya.  
Melalui program ini guru/pendidik dan peserta didik jadi lebih peduli dengan teknologi dan mengembangkan potensi kecerdasaan anak/peserta didik. Bertambahnya keterampilan guru dalam TIK, maka akan mempermudah guru dalam membuat program yang dapat mengembangkan potensi kecerdasan anak. Selain itu pembelajaran jarak jauh dapat meminimalis penggunaan teknologi yang tidak bermanfaat seperti, mengunduh file yang mengandung unsur seks dan kekerasan.    




BAB III
PENUTUP

Dalam pembelajaran TIK untuk anak usia dini, guru atau pendidik dapat mengajarkan anak untuk mengenal, memahami, dan menggunakan TIK secara sederhana. Ini dapat dilakukan saat pembelajaran di berbagai Pendidikan Anak Usia Dini baik di sekolah ataupun di rumah.
Didalam TIK dikenal juga dengan pemebalajaran jarak jauh. Dalam proses pembelajarannya biasanya dilakukan dengan mengirimkan berbagai materi pembelajaran dan informasi dalam bentuk cetakan, buku, CD-ROM, atau video lainnya ke alamat pembelajar. Bahkan membuat suatu link web dapat membantu berjalannya dengan baik pembelajaran jarak jauh tersebut. Hal tersebut dengan adanya beberapa link web yang dapat digunakan guru/pendidik untuk memperoleh gelar atau sertifikat dalam pendidikan anak usia dini. Pembelajaran jarak jauh ini dibutuhkan koneksi internet yang dapat menunjang berjalannya proses pendidikan.

Oleh karena itu, melalui TIK dalam pemebelajaran jarak jauh, anak-anak/peserta didik dan guru/pendidik dapat memperoleh manfaat yaitu, pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak, kegiatan pembelajaran yang bervariasi dan menyenangkan dan menambah keterampilan anak akan TIK yang tujuannya untuk menciptakan proses pembelajaran yang dinamis. 




DAFTAR PUSTAKA


A.P. Hardhono, Potensi Teknologi Komunikasi dan Informasi dalam
Mendukung Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh di
Indonesia (dalam jurnal pendidikan terbuka dan jarak
jauh vol.3), (Tangerang:Pusat Studi Indonesia, Lembaga
Penelitian Universitas Terbuka, 2002)
Diane Trister Dodge, Laura J. Colker, Cate Heroman. The Creative
Curriculum for preschool. (Washington, DC: Teaching
Strategies, 2009)
H Emil Rosmali, Tugas dan Peran Guru.(Tahun 2008)
M.Atwi Suparman, M.Sc, Pendidikan Jarak Jauh (Teori dan
Prakteknya), (Jakarta:Pusat Penerbitan Universitas Terbuka,
Maret 2004)
Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional Pasal 1 ayat 14 dan 15.
UNESCO. Schoolnettolkit. Bangkok: UNESCO Asia dan Pasific
Regional Bureau for Education. 2004.
Yuliani Nurani Sujiono dan Bambang Sujiono, Bermain Kreatif
Berbasis Kecerdasan Jamak, (Jakarta: PT. Indeks, 2003)
Yuliani Nurani.  Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Din, (Jakarta:
PT. Indeks, 2012)
Yufiarti. Psikologi Pendidikan dan Penerapannya. (Jakarta: CHCD
Offset, 2009)
Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, (Jakarta:
Prenada Media, 2004)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar