PENERAPAN
TEKNOLOGI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM
PEMBELAJARAN JARAK JAUH

Disusun Oleh
Feby Dhikamulya (7516150180)
Joyce Pelupessy (7516150374)
Lisnawati Murni (7516150376)
Dosen Pembimbing
Dr. Robinson Situmorang
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masa usia dini merupakan masa keemasan (the golden age), yang merupakan
masa yang sensitif, dimana anak pada masa ini memperoleh berbagai pengalaman
dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Pada masa ini, otak anak sedang tumbuh
dan berkembang sejalan dengan rangsangan atau stimulus yang diterima dari
lingkungannya. Apabila anak mendapatkan stimulus yang benar, maka secara
efektif dan efisien segala informasi akan mudah diserap anak. Oleh karena itu
harus diisi dengan sebaik-baiknya agar potensi anak dapat berkembang secara
optimal. Agar potensi yang dimiiki oleh anak tetap terjaga dan dapat
dioptimalkan perkembangannya, maka anak harus diberikan stimulus atau
rangsangan agar anak dapat mengeksplor dan menemukan pengalaman yang berharga.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional berkaitan dengan pendidikan anak usia dini tertulis pada Pasal 1 ayat
14 yang berbunyi:
“Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya
pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun
yang diiakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu
pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan
dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”[1].
Pada ayat ini dijelaskan, dalam upaya pemberian pendidikan pada anak
usia dini dengan cara pemberian rangsangan untuk menumbuh kembangkan potensi
yang ada pada diri anak. Pendidikan ini menjebatani agar anak memiliki kesiapan
untuk memasuki pendidikan lebih lanjut dengan pengalaman-pengalaman yang telah
didapatkan.
Montessori dalam Sujiono mengatakan bahwa masa ini merupakan periode
sensitif (sensitive periods), selama masa inilah anak secara khusus mudah
menerima stimulus-stimulus dari lingkungannya. Pada masa ini anak melakukan
berbagai kegiatan dalam rangka memahami dan menguasai lingkungannya[2].
Lingkungan anak di
era masa sekarang ini tidak bisa kita lepaskan dari namanya perkembangan
teknologi. Hal ini bisa kita lihat dari seiring dengan kemajuan teknologi yang
mengglobal yang telah mempengaruhi dalam segala aspek kehidupan baik dibidang
ekonomi, politik, kebudayaan seni dan bahkan di dunia pendidikan. Dunia
pendidikan hendaknya mengadakan inovasi yang positif untuk kemajuan
pendidikan dan sekolah. Tidak hanya inovasi dibidang
kurikulum, sarana-prasarana, namum inovasi yang menyeluruh dengan
menggunakan teknologi informasi dalam kegiatan pendidikan. Teknologi pendidikan
dapat mengubah cara pembelajaran yang konvensional menjadi nonkonvensional[3]. Sehingga
melalui teknologi, pendidik dapat menggunakan berbagai cara pembelajaran yang
bervariasi.
Pembelajaran adalah
suatu proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar.
Belajar dalam pengertian aktivitas dari peserta didik (pelajar) dalam
berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang
bersifat relatif konstan. Anak Usia Dini belajar dengan caranya sendiri karena kepribadian mereka
belum bisa diatur secara maksimal. Kegiatan belajar yang biasa lebih cepat
membuat anak merasa cepat jenuh. Maka anak-anak lebih menyukai bermain dan
hal-hal yang menyenangkan. Dengan mengubah mindset belajar dengan menggunakan
hasil Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan seperti penggunaan
gambar-gambar animasi diharapkan anak bisa menikmatinya serta memperagakannya.
Anak biasanya suka melihat gambar-gambar bergerak daripada gambar-gambar diam.
Dalam rangka menciptakan
model–model pembelajaran yang inovatif, maka pembelajaran berbasis TIK
(Teknologi Informasi dan Komunikasi) sangatlah berperan untuk peningkatan mutu
peserta didik, Namun demikian perkembangan pembelajaran berbasisi TIK sebelum
di berikan kepada Anak Usia Dini sebaiknya berikan kepada para pendidik PAUD
(tutor, guru). Dengan mempelajari pekembangan ilmu yang sekarang ini berkembang
khususnya ilmu yang berbasis TIK sangat berperan dalam pembelajar dan
meningkatkan perkembangan yang ada pada diri anak sendiri. Tidak hanya itu, keperluan akan penguasaan TIK telah diantisipasi
oleh pemerintah dalam hal ini oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas)
dengan dimasukkannya kurikulum TIK dalam kurikulum dari pendidikan dasar sampai
ke perguruan tinggi. Diharapkan dengan diimplementasikannya kurikulum TIK ini
akan meningkatkan kualitas proses pengajaran, kualitas penilaian kemajuan
siswa, dan kualitas administrasi sekolah maupun guru/pendidik..
Perkembangan TIK yang makin melaju cepat telah menumbuhkan keperluan
terhadap digunakannya pendekatan pendidikan atau pembelajaran lain disamping pendekatan
konvensional tatap muka. Pendidikan lain itu adalah pendidikan atau
pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang pada mulanya hanya dikenal dengan satu nama,
yaitu pendidikan korespondensi[4].
Ada beberapa istilah yang selama ini digunakan diluar pendidikan atau pembelajaran
korespondensi yaitu, belajar mandiri, pendidikan terbuka, sekolah terbuka, PJJ,
dan lain-lain. Banyak istilah yang digunakan sejalan dengan perkembangan
muktahir dan bidang TIK. Salah satu mempengaruhi teknologi baru dalam PJJ saat
ini meliputi jaringan komputer atau internet dan sekarang banyak manusia
tergantung oleh internet dimana dapat mudah mengaskses beberapa data dari mulai
mendiseminasikan suara, warna, teks serta gambar pada saat bersamaan dan masih
banyak yang lainnya.
Proses pembelajaran Jarak jauh terjadi ketika proses pembelajaran tidak
terjadinya kontrak dalam bentuk tatap muka langsung antar pengajar dan
pembelajar melainkan komunikasi berlangsung dua arah yang dijembatani dengan
media seperti komputer, televisi, radio, telephon, internet, video dan sebagainnya. Pendidikan atau pembelajaran jarak
jauh telah dilaksanakan secara luas di berbagai negara, seperti Australia,
Inggris, Mlaysia, Kanada, Amerika Serikat, Jerman, Belanda, India, Pakistan,
Sri Lanka, Nepal, Afganistan, Thailand, Birma, Bangladesh, Bhutan, Fiji,
Hongkong, Jepang, Republik Rakyat Cina, Selandia Baru, Korea, Afrika Selatan,
Filipina, Papua Nugini, dan Indonesia[5].
Tingkat pendidikan yang ditawarkan bervariasi mulai dari tingkat sekolah dasar,
sekolah menengah sampai pemdidikan tinggi dari tingkat sertifikat, diploma,
sarjana sampai tingkat pasca sarjana (magister maupun doktor). Berdasarkan
beberapa uraian yang sudah diperoleh dengan adanya PJJ yang bervariasi, kiranya
perlu kita pahami bagaimana penerapan TIK dalam pembelajaran jarak jauh yang
dapat dilakukan dalam pembelajaran PAUD dan sekolah.
B. Rumusan Masalah
Dengan latar belakang di
atas dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut: Bagiamana penerapan TIK
(Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam pembelajaran jarak jauh yang dapat dilakukan dalam pembelajaran
PAUD dan Sekolah?
C. Tujuan
Untuk mengetahui
Penerapan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam pembelajaran jarak
jauh yang dapat dilakukan dalam pembelajaran PAUD dan Sekolah.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian TIK
Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pusat kurikulum mencakup dua aspek, yaitu
Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi meliputi
segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu,
manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi komunikasi mencakup segala hal
yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer
data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, penguasaan TIK berarti
kemampuan memahami dan menggunakan alat TIK secara umum termasuk komputer (Computerliterate)
dan memahami informasi (Informationliterate). UNESCO mendefenisikan
bahwa TIK adalah teknologi yang digunakan untuk berkomunikasi dan menciptakan,
mengelola dan mendistribusikan informasi[1].
Defenisi umum TIK adalah computer, internet, telepon, televisi, radio, dan
peralatan audiovisual lainnya.
Banyak
alasan bahwa TIK menjadi penting dalam kehidupan keseharian kita seperti
penggunaan komputer dan teknologi komunikasi yang memang sudah termasuk dalam
kehidupan globalisasi. Tidak terkecuali di sekolah yang dapat mempergunakan TIK
untuk mempermudah pengajaran jika memang dibutuhkan pada materi-materi
tertentu.
Berdasarkan
paparan yang telah dikemukakan sebelumnya dapat disimpulkan Teknologi Informasi
adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, meliputi memproses,
mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai cara untuk
menghasilkan informasi yang berkualitas yaitu informasi yang relevan,
akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, pendidikan,
bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk
pengambilan keputusan sehingga pesan bisa tersampaikan serta informasi yang
dibutuhkan akan relevan, akurat, dan tepat waktu.
B. Pengertian PAUD
Anak usia dini
merupakan individu dengan rentang usia 0-8 tahun (NAEYC) yang mempunyai
karakter dan potensi yang sedang menjalani proses perkembangan begitu pesat
untuk kehidupan selanjutnya. Hal ini diperkuat oleh Sujiono yaitu anak usia
dini adalah sosok individu yang sedang menjalani proses perkembangan dengan
pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya[1]. Proses
perkembangan yang berlaku pada anak usia dini meliputi beberapa aspek yaitu
aspek sikap dan perilaku beragama, kognitif, motorik, seni, dan emosi. Aspek
tersebut digunakan untuk memberikan stimulasi yang tepat pada pola perkembangan
anak sehingga terjadi kesesuaian didalamnya. Sebaiknya dalam kegiatan
pembelajaran dalam pendidikan anak usia dini mengutamakan bermain sambil
belajar dan belajar sambil bermain. Melalui bermain inilah anak mencoba
menjajaki berbagai hal menarik untuk dirinya dan mengembangkan berbagai potensi
yang dimilikinya. Secara alamiah bermain memotivasi anak untuk mengetahui
sesuatu secara lebih mendalam dan secara spontan anak mengembangkan
kemampuannya. Selain itu, bermain merupakan wahana yang penting dan dibutuhkan
untuk perkembangan berfikir anak.
C. Pengertian Pembelajaran Jarak Jauh
Pembelajaran jarak jauh
bukanlah suatau hal yang baru dalam dunia pendidikan sekarang ini. Proses
pembelajarannya biasanya dilakukan dengan mengirimkan berbagai materi
pembelajaran dan informasi dalam bentuk cetakan, buku, CD-ROM, atau video
lainnya ke alamat pembelajar. Pembelajaran jarak jauh akan lebih efektif jika
sebelumnya membuat suatu web based
distance learning yang melibatkan antara pengajar dan pembelajar dengan
media teknologi yang memerlukan fasilitas intenet untuk tetap menjaga
konektivitasnya sehingga dapat menentukan kesinambungan suatu pembelajaran
jarak jauh.
Menurut Miarso[1] pengertian
Pendidikan atau pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah pendidikan terbuka dengan
program belajar yang terstruktur relatif ketat dan pola pembelajaran yang
berlangsung tanpa tatap muka atau keterpisahan atau guru dengan peserta didik.
Sedangkan menurut Suparman[2],
PJJ adalah merupakan proses pendidikan yang bagian terpenting pengajarannya
disampaikan oleh seseorang yang berada ditempat terpisah dan pada waktu yang
mungkin berbeda dengan tempat dan waktu si pelajar. Hanya, ketidaktergantungan
akan tempat dan waktu ini akan memerlukan penggunaan sederet media
instruksional, yang berfungsi untuk mengurangi peranan pengajaran tatap muka
konvesional.
Menurut UU Nomor 20 Tauhun
2003 tentang system pendidikan nasional, Pasal 1 ayat 15 dijelaskan bahwa PJJ
adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan
pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi informasi
komunikasi dan media lain[3].
Menurut Keegan (1984) dalam
A.P. Hardhono[4]
karakteristik PJJ adalah 1) adanya keterpisahan mendekati permanen antara
tenaga pengajar dari peserta didik selama program pendidikan. 2) ada
keterpisahan yang`mendekati permanen antara seorang peserta didik dari peserta
didik lain selama program pendidikan. 3) ada suatu institusi yang mengelola
program pendidikan, inilah yang membedakan dengan kegiatan seseorang yang
belajar sendiri di rumah atau studi pribadi. 4) pemanfaatan sarana komunikasi
baik baik mekanis maupun elektronis untuk menyampaikan bahan belajar. 5)
penyediaan sarana komunikasi dua arah sehingga peserta didik dapat mengambil
inisiatif dialog dan mengambil manfaatnya.
Berdasarkan uraian diatas,
bisa disimpulkan bahwa PJJ merupakan keterpisahan kegiatan pengajaran dari
kegiatan belajar, keterpisahan baik karena faktor jarak, waktu atau kombinasi
keduanya selain itu dimanfaatkannya berbagai media untuk keperluan komunikasi
seperti adanya web based distance
learning yang diperlukan fasilitas internet untuk tetap menjaga
konektivitasnya. Keterpisahan jarak dalam PJJ itu terjadi antara pendidik dan
peserta didik dalam situasi khusus. Keterpisahan atau jarak itu menimbulkan
adanya pola perilaku pendidik dan peserta didik yang berbeda dengan pola
prilaku dalam lingkungan pendidikan konvensional.
D. Penerapan TIK (Teknologi
Informasi dan Komunikasi) dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam pembelajaran
PAUD dan Sekolah
Di era globalisasi, TIK
(Teknologi Informasi dan Komunikasi) merupakan sesuatu yang sudah lumrah berada
di lingkungan anak usia dini, apalagi jika anak dilahirkan di daerah perkotaan
yang memang dalam lingkungan keseharian menggunakan TIK. Anak usia dini
seyogyanya sudah dapat diperkenalkan mengenai ragam TIK, misalnya dengan
televisi, telepon, media cetak, komputer, dan sejenisnya yang memang termasuk
dalam TIK.
Dalam pembelajaran
TIK untuk anak usia dini, guru/pendidik dapat mengajarkan anak untuk mengenal,
memahami, dan menggunakan TIK secara sederhana bahkan dalam TIK mendapatkan
kegiatan berlajar yang dikonsepkan yaitu belajar sambil bermain dan bermain
sambil belajar. Untuk menyiapkan pembelajaran TIK yang menyenangkan, efektif
dan terintegrasi, guru atau pendidik lainnya dapat mencari informasi,
merencanakan aktivitas yang akan dilakukan, membangun prosedur berupa pemahaman
dan aturan yang baru mengenai TIK untuk anak usia dini. Untuk itu dibutuhkan
sumber daya manusia yang “melek teknologi” khususnya untuk anak usia dini yang
sesuai dengan karakter usia mereka. Dengan kata lain, fasilitas pembelajaran
dan sumber daya manusia yang paham akan TIK harus berbanding lurus.
Terdapat berbagai
materi pembelajaran yang dapat dikembangkan melalui TIK. Pembelajaran yang
berbasis TIK pada anak usia dini, dapat berupa pengenalan dengan komputer. Preschool
children demonstrate knowledge of basic operations and concepts when they
use a mouse, keyboard or touch screen to operate computer[1]. Anak-anak
prasekolah mendemostrasikan konsep dan pengetahuan basic operations ketika
mereka menggunakan mouse, keyboard atau layar sentuh. Pengenalkan akan komputer
perlu dilakukan sedini mungkin. Berdasarkan hal ini, komputer dapat digunakan
pada pembelajaran di PAUD. Penggunaan multimedia tersebut digunakan untuk anak
usia dini yang berbasis belajar sambil bermain sehingga tidak membuat anak
jenuh akan pembelajaran yang masih bersifat konvensional.
Penggunaan komputer
merupakan hal yang menarik perhatian anak-anak usia dini. Ketertarikan
anak-anak disebabkan karena gambar, suara, warna dan gambar bergerak. Menurut
Piaget, anak-anak usia 2-7 tahun berada pada tahap berfikir pra operasional[2]. Pada
tahap ini, anak-anak mulai berfikir simbolik. sehingga pembelajaran menggunakan
media visual pada komputer cocok pada anak usia dini. Suatu contoh, pada saat
pembelajaran binatang gajah, guru dapat menampilkan gambar gajah yang berbadan
besar dan sedang berjalan. Gambar-gambar ini, merupakan simbol bagi anak,
sehingga anak akan memahai tentang bagaimana bentuk gajah dan bagian-bagian
gajah.
Didalam TIK dikenal
juga dengan pembelajaran jarak jauh. Dalam proses
pembelajarannya biasanya dilakukan dengan mengirimkan berbagai materi
pembelajaran dan informasi dalam bentuk cetakan, buku, CD-ROM, atau video
lainnya ke alamat pembelajar. Bahkan membuat suatu link web yang dapat membantu
berjalan pembelajaran jarak jauh tersebut. Hal tersebut dengan adanya beberapa
link web yang dapat digunakan guru untuk memperoleh gelar atau sertifikat dalam
pendidikan anak usia dini. Bukan hanya itu,
dalam perkembangan PJJ, guru dapat membuat salah satunya ialah, video berdurasi
2 menit, CD interaktif bagi anak-anak sekolah dasar (SD) awal dan menggambar
menggunakan komputer.
Adapun beberapa pembelajaran
jarak jauh yang menggunakan web
based distance learning yang dapat digunakan
untuk guru/pendidik yang dapat mengembangkan kemampuan dalam mengajarnya serta
dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih bermutu bukan hanya itu
saja tetapi link-link dibawah ini juga membantu pedidik dalam memperoleh gelar pendidikan
anak usia dini (Early Childhood Eduaction Degree Online). Sedangkan untuk
peserta didik, link-link yang didalamnya terdapat ilmu pengetahuannya yang dapat
mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor adalah sebagai berikut:
·
Guru/Pendidik
ü Dan sebagainya.
·
Perserta didik
ü Dan sebagainya.
Beberapa di link-link
web diatas diharapkan dapat meningkatkan potensi guru/pendidik dan perserta
didik. Pembelajaran Jarak Jauh ini dapat mengajak guru/pendidik sebagai acuan
untuk membuat program-program bermutu untuk anak usia dini baik dari segi edukasi
games online (permainan beredukasi secara online) yang sesuai anak usia dini.
PJJ juga dapat memudahkan guru untuk memperolah ilmu dlam mengembangkan teknik
pengajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami anak usia dini serta para
pengajar/pendidik juga turut andil dalam mencerdaskan generasi-genarasi bangsa
dari sejak usia dini menjadi sosok penerus bangsa yang bisa membanggakan bangsa
dan negaranya.
Melalui
program ini guru/pendidik dan peserta didik jadi lebih peduli dengan teknologi
dan mengembangkan potensi kecerdasaan anak/peserta didik. Bertambahnya
keterampilan guru dalam TIK, maka akan mempermudah guru dalam membuat program yang
dapat mengembangkan potensi kecerdasan anak. Selain itu pembelajaran jarak jauh
dapat meminimalis penggunaan teknologi yang tidak bermanfaat seperti, mengunduh
file yang mengandung unsur seks dan kekerasan.
BAB III
PENUTUP
Dalam
pembelajaran TIK untuk anak usia dini, guru atau pendidik dapat mengajarkan
anak untuk mengenal, memahami, dan menggunakan TIK secara sederhana. Ini dapat
dilakukan saat pembelajaran di berbagai Pendidikan Anak Usia Dini baik di sekolah
ataupun di rumah.
Didalam
TIK dikenal juga dengan pemebalajaran jarak jauh. Dalam
proses pembelajarannya biasanya dilakukan dengan mengirimkan berbagai materi
pembelajaran dan informasi dalam bentuk cetakan, buku, CD-ROM, atau video
lainnya ke alamat pembelajar. Bahkan membuat suatu link web dapat membantu
berjalannya dengan baik pembelajaran jarak jauh tersebut. Hal tersebut dengan
adanya beberapa link web yang dapat digunakan guru/pendidik untuk memperoleh
gelar atau sertifikat dalam pendidikan anak usia dini. Pembelajaran jarak jauh
ini dibutuhkan koneksi internet yang dapat menunjang berjalannya proses
pendidikan.
Oleh karena itu, melalui TIK dalam pemebelajaran jarak jauh, anak-anak/peserta
didik dan guru/pendidik dapat memperoleh manfaat yaitu, pembelajaran yang
sesuai dengan karakteristik perkembangan anak, kegiatan pembelajaran yang
bervariasi dan menyenangkan dan menambah keterampilan anak akan TIK yang
tujuannya untuk menciptakan proses pembelajaran yang dinamis.
DAFTAR PUSTAKA
A.P. Hardhono, Potensi Teknologi
Komunikasi dan Informasi dalam
Mendukung Penyelenggaraan
Pendidikan Jarak Jauh di
Indonesia (dalam jurnal
pendidikan terbuka dan jarak
jauh vol.3),
(Tangerang:Pusat Studi Indonesia, Lembaga
Penelitian Universitas
Terbuka, 2002)
Diane Trister Dodge,
Laura J. Colker, Cate Heroman. The Creative
Curriculum
for preschool. (Washington,
DC: Teaching
Strategies,
2009)
H Emil Rosmali, Tugas dan Peran Guru.(Tahun
2008)
M.Atwi Suparman,
M.Sc, Pendidikan Jarak Jauh (Teori dan
Prakteknya),
(Jakarta:Pusat Penerbitan Universitas Terbuka,
Maret
2004)
Undang-undang
Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan
Nasional
Pasal 1 ayat 14 dan 15.
UNESCO. Schoolnettolkit. Bangkok: UNESCO
Asia dan Pasific
Regional Bureau for
Education. 2004.
Yuliani
Nurani Sujiono dan Bambang Sujiono, Bermain
Kreatif
Berbasis Kecerdasan
Jamak, (Jakarta: PT. Indeks, 2003)
Yuliani
Nurani. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Din, (Jakarta:
PT.
Indeks, 2012)
Yufiarti. Psikologi Pendidikan dan Penerapannya.
(Jakarta: CHCD
Offset, 2009)
Yusufhadi Miarso,
Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, (Jakarta:
Prenada
Media, 2004)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar