Minggu, 21 Februari 2016

RESUME TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI



RESUME TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN




Disusun Oleh
Lisnawati Murni (7516150376)


Dosen Pembimbing
Dr. Robinson Situmorang


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS  NEGERI JAKARTA
2016






A.       PERGESERAN PARADIGMA PENDIDIKAN

Pendidikan Bukan hanya sebatas pemahaman singkat terhadap sesuatu, tapi lebih merupakan proses penguasaan ilmu pengetahuan yang fungsional berdasarkan kerangka fikir ilmia.
Ada 4 prinsip dari pergeseran paradigma pembelajaran, yaitu:
  •         Keberhasilan institusi dinilai berdasarkan mutu belajar peserta didik,
  •          Belajar menjadi tanggungjawab bersama,
  •         Institusi harus menjadi pebelajar, sehingga dari waktu ke waktu yang dihasilkan adalah belajar,
  •       Lingkungan belajar harus diciptakan agar terjadi proses penemuan dan pembangunan pengetahuan  daripada  sekedar  transfer ilmu pengetahuan.


Pergeseran paradigma pendidikan ditandai dengan perubahan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kurikulum, Pendekatan Pembelajaran dari Teacher Center Learning (TCL) ke Student Center Learning (SCL), dan Strategi Pembelajaran.

1.    Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Sesuai surat keputusan Mendiknas no. 045/U/2002, pasal 21, kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab, yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas pada bidang pekerjaan tertentu. Kompetensi dalam tujuan pendidikan mempunyai 3 aspek yaitu kognitif, psikomotorik dan afektif yang dimana 3 aspek tersebut termasuk di dalam kompetensi pembelajaran. Setiap domein bukan bagian yang terpisah melainkan bagian yang saling melengkapi. Lulusan lembaga pendidikan harus dapat menjawab kebutuhan masyarakat, dunia kerja, professional, dan generasi masa depan.

2.    Kurikulum
Sebagimana kita tahu bahwa kurikulum pendidikan di Indonesia mengalami beberapa perkembangan/perubahan. Siklus Perubahan kurikulum terjadi dari sejak Kurikulum Nasional 1994 (yang berorientasi pada penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai target kurikulum program studinya, dan penilaian oleh perguruan tinggi sendiri) ke Kurikulum Berbasis Kompetensi (yang berorientasi pada pengusaan kompetensi di bidang pekerjaan tertentu sesuai dengan kurikulum bidang studinya, dan penilaian oleh masyarakat pengguna lulusan) diharapkan dapat memberikan perubahan ke arah yang positif dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, dunia kerja, profesional (sesuai dengan bidang ahlinya) dan generasi masa depan yang lebih baik.
Perubahan siklus orientasi kurikulum sekarang ini terjadi juga pada kurikulum KTSP (yang berorientasi pada penguasaan kompetensi, pada tingkat satuan pendidikan dan penilaian oleh masyarakat pengguna lulusan) ke Kurikulum 2013 (yang berorientasi pada penguasaan kompetensi dibidang pekerjaan tertentu dan penilaian oleh penggunaa lulusan) yang tujuannya sama-sama diharapkan memberikan perubahan ke arah positif dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, dunia kerja, profesional (sesuai dengan bidang ahlinya) dan generasi masa depan yang lebih baik.


3.    Pendekatan Pembelajaran dari Teacher Center Learning (TCL) ke Student Center Learning (SCL)
Ketiga domain yaitu kognitif, psikomotorik dan afektif dapat terpenuhi dengan seimbang dengan diadakannya pergeseran pendekatan dalam pembelajaran dari TCL ke SCL.

Ciri-Ciri Pembelajaran SCL (Student Centre Learning), sebagai berikut:

  • Guru/ Dosen dan peserta didik  secara aktif bersama sama membangun pengetahuan
  • Guru/Dosen lebih berperan sebagai fasilitator yang membimbing  peserta didik  belajar dari pada  pemberi informasi 
  • Belajar bukan hanya penguasaan materi per-kuliahan tetapi juga diarahkan pada pengem-bangan karakter  mahasiswa agar  menjadi pebelajar sepanjang hayat.
  • Belajar dan evaluasi dilakukan secara berta-hap dan terintegrasi (Pendekatan Proses)
  • Belajar merupakan proses  pengembangan pengetahuan. Jawaban salah terhadap suatu pertanyaan dianggap bagian dari belajar 
  • Proses belajar lebih kolaboratif & kooperatif
  • Belajar dapat dilakukan dimana & kapanpun
  • Belajar diarahkan pada pencapaian kompe-tensi mahasiswa melalui proses, penemuan  dan pemecahan masalah
  • Belajar diarahkan pada  pembelajaran ber-basis aneka sumber belajar
  • Proses pembelajaran cenderung mengguna-kan pendekatan interdisiplin
  • Proses pembelajaran difasilitasi mengguna-kan multimedia / TIK.




Peranan Guru Dan Dosen

  • Merumuskan tujuan/kompetensi pembelajaran
  • Menyediakan dan  memberikan  pengalaman belajar sesuai  dengan  tuntutan kompetensi
  • Menciptakan pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan
  • Mengecek perkembangan belajar peserta didik secara pribadi
  • Mendorong pesert berfikir kritis, kreatif dan kemampuan memecahkan masalah
  • Menjelaskan tentang norma, aturan, standar, sistem nilai, dan etika  yang berkaitan dengan mata pelajaran/kuliah.  

Implikasi Bagi Dosen
n Selain harus memperhatikan perkembangan bidang ilmunya, dosen juga harus membuka diri terhadap peningkatan mutu pembelajaran
n    Dosen merupakan perancang pembelajaran yang terus menerus melakukan penilaian dan pencarian informasi untuk meningkatkan mutu pembelajarannya (peranan IT dominan)
n  Dosen secara terus menerus melakukan pem-bimbingan, pengarahan dan penilaian terha-dap kegiatan belajar mahasiswanya.

Implikasi Bagi Institusi
q  Misi institusi harus diletakkan pada belajar peserta didik
q  Institusi harus bertanggungjawab terhadap proses belajar mahasiswa
q Memberikan  dukungan dan  meningkatkan mutu belajar peserta didik  menjadi adalah pekerjaan semua  orang  dan  mengarahkan pada pengambilan keputusan di perguruan tinggi
q  Efektivitas institusi dievaluasi berdasarkan capaian belajar mahasiswa, bukan hanya dari pemanfaatan sumberdaya dan proses pem-belajarannya saja.

4.    Strategi Pembelajaran
Perubahan SKL mengakibatkan perubahan strategi pembelajaran. Hal tersebut berdasarkan pada SK Mendiknas No. 045/U/2002 menjelaskan elemen elemen kompetensi (pasal 2 ayat : 1 dan 2): isi dan metode pembelajaran dapat dikreasi secara bebas oleh setiap lembaga pendidikan sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan. Strategi pembelajaran harus lebih:

  • Menyenangkan, dikarenakan belajar bukan sesuatu yang menakutkan, pengalaman dan petualangan yang unik, bagian dari bersenang-senang, menciptakan pengalaman yang baru, dan impianku.
  • Bermakna, perbuatan belajar haruslah menjawab kebutuhan sehari-hari, berguna untuk bayak hal (pekerjaan, sekolah, karir, dll), menciptakan perubahan terus menerus, dan menjanjikan masa depan yang lebih baik.
  • Memberdayakan aneka sumber, antara lain yaitu menjadikan lingkungan sebagai sumber belajar, belajar berbasis teknologi informasi (IT), pemberdayaan nara sumber, menggunakan multi media, dan sebagainya.
  • Berorientasi pada IT, antara lain yaitu memberdyakan kemajuan teknologi, menggunakan IT sebagai solusi untuk kebutuhan informasi, menjawab perubahan yang bergulir sangat cepat, dan menjadikan masa depan  lebih baik.

Pengelolaan pembelajaran, anatara lain yaitu, adanya pembelajaran tidak terbatas di ruang kelas, pembelajaran memberi kesempatan seluas mungkin pada mahasiswa untuk bersentuhan dengan objek yang dipelajari, dan siswa menjadi pelaku pembelajaran.

B.       PENDIDIKAN BERBASIS TIK
Pendidikan berbasis TIK adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran yang mengoptimalkan penggunaan  teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber belajar dan sebagai medium penyampaian pesan dalam pembelajaran.
Pendekatan TIK dalam pendidikan dimulai dari masuknya media dalam pembelajaran lalu berkembangnya teknologi AVA kemudian masuknya teknologi komputer dalam pendidikan memicu lahirnya ragam pendidikan berbasis TIK.
Ragam pendidikan berbasi TIK, sebagai berikut:
q  Distance Education
q  Dual Mode Education
q  Virtual Education
q  Virtual University
q  Virtual School, dan lain-lain.
            Kunci utama dalam teknologi informatika adalah adanya internet yang dapat menyambungkan antara satu dengan yang lain dan institusi yang satu dengan yang lain.
Trend TIK dalam pembelajaran antara lain:
1.    Intergrasi
Dua atau lebih media dimanfaatkan secara terpadu untuk saling melengkapi.
2.    Konvergensi
Penggabungan berbagai tipe media, teks, foto, grafik, suara, video, dan animasi kedalam satu medium.



3.    Interaktif
Komunikasi dua arah antara media dengan pengguna dalam bentuk stimulus – response.
4.    Online/Jaringan
Informasi disimpan diserver dan pengguna dapat mengakses dari mana saja serta kapan saja.
Teknolgi informatika memicu lahirnya berbagai model pembelajaran yang berbasis komputer, yaitu E-learning, online learning, blended learning, mobile learning, dan lain-lain.

Kendala terbesar dalam TIK adalah kontol ada ditangan pengguna, tidak ada sentuhan kemanusiaan, dan sumber daya manusia (SDM) disain instrusional terbatas. 

C.       PEMBELAJARAN BERBASIS TIK
Pembelajaran berbasis TIK adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran yang mengoptimalkan penggunaan  teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber belajar dan sebagai medium penyampaian pesan dalam pembelajaran.
Perkembangan pembelajaran berbasis TIK diawali dari oral, lambang dan bunyi-bunyian, kemudian beralih ke cetak, audio dan visual, kemudian menjadi audio-visual, interaktif, multimedia, dan jaringan yang berbasis TIK. TIK memicu lahirnya berbagai model pembelajaran yang berbasis komputer. Computer Based Instruction ditandai dengan perubahan TCL ke SCL, dengan Computer Based Instruction pembelajaran menjadi lebih menarik, variatif, efektif, dan efisien. Computer Based Instruction terdiri dari dua pembelajaran, yaitu pembelajaran off-line dan pembelajaran on-line. Pembelajaran off-line yaitu Computer Based Learning, sedangkan pembelajaran on-line yaitu On-line Learning(Web Based Learning), E-Learning(Technologi Based Learning), dan Distance Learning(integreted System).
TIK sebagai sumber belajar
­  Menjawab Kebutuhan Informasi
o   Mengintegrasikan TIK sebagai sumber  belajar
o   Memastikan alamat-alamat situs yang akan dikunjungi
o   Mengembangkan LKS berbasis PBK
o   Membuat lembar refleksi diri

­  Layanan Yang Cepat dan Murah
o   Meninggalkan kebiasaan satu sumber belajar
o   Menggunakan ANEKA sumber belajar    
o   Mengefektifkan penggunaan internet 

­  Informasi Terkini
o   Cepat, terkoneksi ke semua sistem jaringan perpustakaan
o   Terkini, informasi secara teratur diperbaharui
Tujuan utamnya agar pesan yang disampaikan mudah dimengerti oleh peserta didik. Tujuan khususnya memberikan pengalaman belajar yang berbeda, menumbuhkan sikap keterampilan berbasis T.I., menciptakan situasi belajar menyenangkan, menjadikan belajar lebih menarik, variatif, efektif, dan efisien.
Penggunaan TIK dalam pembelajaran pun memiliki beberapa kendala, yaitu, kesulitan dalam pengembangan program, infrastruktur yang belum memadai, SDM yang terbatas, gagap teknologi, kultur belajar yang sulit berubah, dan luasnya wilayah jangkauan dan belum meratanya kualitas penerimaan pesan.




TIK sebagai media pembelajaran
Tujuannya:
q  Memberi pengalaman belajar yang berbeda
q  Menumbuhkan sikap dan keterampilan BTI
q  Menciptakan situasi belajar menyenangkan
q  Menjadikan belajar lebih efektif, efisien dan bermakna
q  Membuka peluang belajar dimana saja dan kapan saja
q  Memberikan motivasi belajar kepada siswa
q  Mejadikan belajar sebagai kebutuhan

Kendala penggunaan TIK dalam pembelajaran, sebagai berikut:
q  Kesulitan dalam Pengembangan Program
q  Infrastruktur yang belum memadai
q  SDM yang terbatas (PENGELOLA)
q  Gagap Teknologi (PESERTA)
q  Kultur belajar yang sulit berubah

q  Luasnya wilayah jangkauan dan belum meratanya kualitas penerimaan pesan.


D.              MODEL TEACHING AIDS PAUD BERBASIS TIK
Menurut AECT media adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk menjelaskan dan menyalurkan pesan atau informasi. Sedangkan menurut Anderson media adalah perlengkapan yang digunakan untuk menyalurkan pesan dan memungkinkan terjadinya interaksi antara siswa dan pesan.
Dari kedua pendapat diatas dapat disimpulkan media adalah suatu perlengkapan yang dapat digunakan untuk menjelaskan dan menyalurkan pesan sehingga memungkinkan terjadinya interaksi antara siswa dengan pesan.Penggunaan media dalam pembelajaran dapat meningkatkan daya ingat.
Selain itu, manfaat dari media pembelajaran yaitu menyederhanakan pesan, mengurangi verbalitis, menyamakan persepsi, menarik perhatian, menghemat waktu, dll. Komunikasi Verbal daya ingatnya dalam 3 jam 70% dan # hari 10%, visual daya ingatnya 3 jam 72% dan 3 Hari 20 %, verbal+visual daya ingatnya 3 jam 85% Dan 3 hari 65%.

q  Klasifikasi Media
a.    Alat Bantu (Teaching AIDS)
Penggunaan lingkungan, benda sebenarnya, gambar, foto, nara sumber, taktil, model, dll.
b.    Media Pembelajaran
Penggunaan modul, program audio, program video, CAI, multimedia, dll.

Penggunaan Model Teaching AIDS merupakan salah satu upaya kreatif guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran PAUD dengan cara-cara menyenangkan. Hal yang perlu diperhatikan dalam mendukung teaching aids dalam PAUD, yaitu:
¯  Atur ruang kelas agar mendukung proses belajar
¯  Sediakan materi dan bahan yang mudah didapat
¯  Berikan kesempatan pada anak berpindah tempat
¯  Sediakan materi dan ruang untuk aktivitas praktik
¯  Atur pusat belajar agar anak dapat main bersama
¯  Dukung proses belajar bersama
¯  Siapkan instruksi yang berbeda untuk setiap anak
¯  Sertakan aktivitas proyek
¯  Berikan kesempatan untuk ikut aktivitas proyek lain

ü  Klasifikasi Tecahing AIDS
a.    By Utilization (lingkungan, benda sebenarnya, nara sumber, fenomena alam, dll.).
b.    By Design (gambar, foto, slide, model, taktil, benda-benda rekayasa, komponen grafis, dll.).

Prinsip Pemanfaatan Teaching AIDS PAUD
o   Menyenangkan
o   Bagian dari bermain
o   Bermakna
o   Melibatkan Multiple Intelegency
o   Guru harus kreatif
o   Mengoptimalkan “Teaching AIDS” by utilization dan by design
o   Dirancang dnegan baik, namun bersifat fleksibel.

Pendekatan pembelajaran menggunakan alat bantu pembelajaran, haruslah:
¯  Berorientasi pada Multiple Intelegences
¯  Menggunakan praktek pengajaran yang sesuai dengan usia perkembangan anak
¯  Menggunakan materi yang sesuai dengan budaya anak/setempat
¯  Mendukung proses belajar yang datang dari inisiatif anak
¯  Menggunakan permainan sebagai dasar pembelajaran

Dalam teaching aids harus memperhatikan materi yang akan disediakan dan upayakan materi sesuai dengan budaya anak, sebagai berikut:
v  Anak mengeksplorasi lingkungan belajarnya
v  Belajar dengan menggunakan benda sekitar
v  Menggunakan media permainan tradisional
v  Belajar dengan kebersahajaan

Dalam model pembelajaran teaching aids diharapakan diciptakannya, sebagai berikut:
o   Pembelajaran yang harus menyenangkan
o   Belajar merupakan bagian dari bermain
o   Mengoptimalkan “teaching aids” by utilization dan by design
Dirancang dengan baik, namun bersifat fleksibel.



E.              DISTANCE EDUCATION
Distance Education atau Pendidikan Jarak Jauh adalah jenis pendidikan dimana peserta didik berjarak jauh jauh dari dari pendidik, sehingga pendidikan tidak dilakukan dengan cara tatap muka. Maka penyajian materi pembelajaran kepada peserta didik harus melalui media.
Pembelajaran yang digunakan pada Distance Education adalah Computer Based Learning, seperti On-line Learning, E-Learning, Distance Learning.

1.    On-Line Learning (Web Based Learning)
Yaitu pemanfaatan internet sebagai sumber belajar/informasi. Dalam Distance Education digunakan untuk melengkapi tugas terstruktur, pengayaan materi, referensi penunjang. Keuntungan pemanfaatan WBL, yaitu mengatasi keterbatasan sumber belajar, memiliki jangkauan yang luas dan memberikan pelayanan yang cepat dan efisien. Implikasi pemanfaatan WBL yaitu untuk memperbaiki infrastruktur lembaga pengguna (sarana-prasarana dan SDM) dan sosialisai & pembimbingan yang intensis ke semua siswa.

2.    E-Learning (Techologi Based Learning)
Yaitu pemanfaatan Teknologi Elektronik sebagai media pembelajaran. E-learning pada Distance Learning merupakan bagian integral dari materi pembelajaran, pengayaan materi pembelajaran. Keuntungan penggunaan E-Learning yaitu mengatasi keterbatasan SDM, meningkatkan efisensi, pembelajaran menjadi lebih variatif dan inovatif. Implikasi penggunaan E-Learning yaitu dalam pengembangan sistem pembelajaran ke E-Learning, tersedianya sistem jaringan yang memadai, dan penggunaan kualifikasi SDM.

3.    Distance Learning (Integreted System)
Yaitu pemanfaatan teknologi elektronik dan jaringan sebagai sistem pembelajaran. Digunakan dalam sistem pembelajaran yang menggunakan panduan belajar.

4.    Penggunaan Teknologi Dalam Pendidikan Jarak Jauh
a.    Teks
Sebagai bahan ajar cetak berupa modul elektronik.
b.    E-Learing
Berupa audio conferencing dan video conferencing.

F.   LATIHAN PENGEMBANGAN TEACHING AIDS PAUD
q  Kriteria Media Pembelajaran
Ø  Kesederhanaan
Penggunaan 1 slide untuk 1 konsep, rumus 6 x 6 untuk tulisan, huruf yang digunakan mudah dibaca, visual untuk pesan yang kompleks.
Ø  Keutuhan
Keutuhan lebih berarti dari bagian-bagian. Keutuhan adalah keharmonisan dalam kesatuan pesan.
Ø  Keseimbangan
Keseimbangan yang dimaksudkan adalah keserasian tata letak desain pesan pada bidang slide atau transparasi. Keserasian tata letak desain pesan pada bidang slide atau transparansi
Ø  Ketegasan
Teknik memberi penekanan pada bagian yang penting dengan memberi warna yang berbeda, garis bawah, perbesar tulisan ataupun arsiran.
Prosedur Pemanfaatan alat bantu pengajaran untuk satu tema pembelajaran

Dalam pemanfaatan alat bantu pengajaran, setiap jenis media memiliki prosedur dan teknik yang spesifikdalam memanfaatkannya dan setiap media memiliki keunikan tersendiri.

G.   STANDARISASI MULTIMEDIA
1.    Karakteristik Multimedia Pembelajaran
a.    Mempermudah penerimaan pesan
b.    Mengefektifkan pencapain tujuan
c.    Mempersingkat waktu pembelajaran
d.    Memberi kesenangan dalam belajar

2.    Prinsip Pengembangan Multimedia Pembelajaran
a.    Ketercapaian tujuan pembelajaran    
b.    Kesesuaian dengan karakteristik sasaran
c.    Ketepatan dengan jenis materi pelajaran
d.    Kesesuaian dengan latar (setting)
e.    Memberi “kesenangan” dalam belajar

3.    Unsur-Unsur Naskah Multimedia Pembelajaran
Naskah berisi petunjuk teknis produksi yang bersifat universal. Naskah mengandung unsur-unsur:
a.    Identitas:  Berisi,  Judul, Sasaran, Durasi, dan Nama Penulis, dll.
b.    Petunjuk Visual:  Berisi, Keterangan gambar dan Teknis Produksi, dll.
c.    Petunjuk Audio:  Berisi, Keterangan audio yg  meliputi: Narasi, Musik, FX, dan Teknis Produksi, dll.



4.    Indikator Penilaian Naskah Multimedia Pembelajaran
Penilaian naskah multimedia pembelajaran dilihat dari desain pembelajaran, perancang interface dan kelayakan dalam produksi.
a.    Unsur-Unsur Penilaian Desain Pembelajaran
¯  Ketepatan media dengan tujuan pembelajaran.
¯  Ketepatan media dengan materi pelajaran.
¯  Kesesuaian media degan sasaran (pengguna).
¯  Ketercapaian tujuan pembelajaran.

b.    Unsur-Unsur Penilaian Interface Multimedia Pembelajaran
   Ketepatan visual dengan: tujuan pembelajaran, materi pelajaran, karakteristik sasaran (pengguna) dan latar (lingkungan sosial anak). 
   Fungsi animasi untuk: memperjelas materi pelajaran, merupakan bagian dari pesan, dan memberi daya tarik visual.
   Audio: kesesuaian musik dengan program/ thema, kesesuaian musik dengan karakteristik sasaran, ketepatan narasi dengan visual,k esesuaian narasi dengan karakteristik sasaran dan kecukupan narasi dengan tujuan pembelajaran.
   Fungsi Teks: sebagai materi pelajaran, memperjelas materi pelajaran, hanya bagian dari pesan/materi pelajaran dan sebagai pilihan bagi sasaran tertentu.
   Fungsi Transisi: sebagai perpindahan dari opening ke program, sebagai perpindahan antar pesan, sebagai perpindahan antar sub-topik dan sebagai perpindahan dari program ke clossing.

c.    Unsur-Unsur Penilaian Kelayakan Produksi
   Ketersediaan software & hardware pendukung.
   Keterampilan yang cukup.
   Ketersediaan dana & dukungan dari lembaga.
   Tidak melanggar ketentuan yang ada.


H.   PENELITIAN BERBASIS TIK DALAM PAUD
1.    Kawasan Penelitian TIK
a.    Computer Based Learning
b.    On-line Learning
c.    E-Learning
d.    Distance Learning
2.    Kelebihan Penggunaan TIK dalam Pendidikan
a.    Kelas tidak membutuhkan bentuk fisik.
b.    Program dapat di-update secara cepat.
c.    Interaksi dapat bersifat real time.
d.    Mengakomodasi seluruh proses belajar.
e.    Dapat diakses dari lokasi mana saja.
f.     Materi dirancang secara multimedia.
g.    Peserta belajar terhubung keseluruh perputakaan dunia.

3.    Kelemahan Penggunaan TIK dalam Pendidikan
a.    Buruknya perencanaan penggunaan sehingga tidak sesuai kebutuhan.
b.    Pengguna tidak mengenal secara baik sistem yang digunakan.
c.    Permasalahan bendwidth yang kecil.



4.    Hasil Penelitian Penggunaan TIK dalam Pendidikan
a.    Kualitas siswa jauh lebih baik dibanding.
b.    kelas kovensional.
c.    Siswa antusias mengikuti dan menyelesai.
d.    kan keseluruhan proses.
e.    Adanya tingkat kepuasan pada siswa.
f.     Siswa dpt menyelesaikan seluruh fungsi.
g.    sistem dengan baik.


I.   MULTIPLE INTELLEGENCES
Kecerdasan adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang mempunyai nilai budaya. Menurut Howard Gardner, setiap individu memiliki kecerdasan majemuk di dalam dirinya yang disebut multiple intellegences
Multiple Intelligences (Kecerdasaan Majemuk) meliputi:
a.    Linguistik
b.    Matematis-Logis
c.    Spasial
d.    Kinestetik-Jasmani
e.    Musikal
f.     Interpersonal
g.    Intrapersonal
h.    Naturalis
i.      Eksistensial

Poin-poin kunci dalam teori Multiple Intelligences
a.    Setiap individu memiliki kedelapan kecerdasan
b.    Setiap individu pada umumnya memiliki satu atau lebih kecerdasan yang menonjol dalam dirinya
c.    Semua kecerdasan bekerja sama secara unik dalam mengolah dan mereproduksi kembali dalam mengolah dan mereproduksi kembali
d.    Banyak cara menjadi cerdas di setiap kategori

Intinya multiple Intelligences adalah Upaya menghargai individu sebagai pribadi yang unik, dimana satu dan lainnya berbeda dalam minat dan kecerdasannya.
Menerapakan multiple intelligences berarti mengelola perbedaan individu sesuai dengan kecerdasan yang dimilikinya.
Konsekuensi Penerapan Multiple Intelligences, adalah perubahan dalam strategi pembelajaran yang digunakan untuk mencapai setiap kompetensi yang telah ditentukan.
Strategi pembelajaran Multiple Intelligences berupaya untuk mengoptimalkan semua kecerdasan (Multiple Intelligences) yang dimiliki  siswa untuk mencapai  kompetensi tertentu yang terdapat dalam kurikulum, menjadikan setiap siswa sang juara pada bidang tertentu  sesuai kecerdasan yang menonjol pada dirinya, mendorong guru melakukan inovasi terus menerus dalam cara mengajarnya, dan menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan.
Esensi Teori Pendidikan dalam Kecerdasan Majemuk, sebagai berikut:
M -  enghormati keunikan setiap orang,
A -  danya berbagai variasi cara belajar,
T -  ersedianya sejumlah model penilaian,
C -  ara yang hampir tak terbatas untuk mengaktualisasikan diri.

Langkah Penerapan strategi pembelajaran MI, sebagai berikut:
a.    Memberdayakan semua jenis kecerdasan pada setiap mata pelajaran
b.    Mengoptimalkan  capaian mata pelajaran tertentu   berdasarkan  kecerdasan  yang menonjol pada masing-masing siswa.


Strategi mengoptimalkan kecerdasan, sebagai berikut:
a.    Melakukan supervisi kelas
o   Memahami kelas sebagai keragaman dalam segala hal, kecerdasan, minat, sikap, dsb.
o   Memberikan pelayanan yang seimbang pada setiap individu
o   Mendorong perkembangan kecerdasan tertentu pada tingkat yang optimal

b.    Memberi layanan individual
ü  Memahami setiap individu dan kecerdasan Memberikan pelayanan yang berbeda pada
ü  Setiap individu sesuai kecerdasannya atau potensi yang dimiliki
ü  Mengembangkan kecerdasan yang menonjol secara optimal
ü  Melakukan konseling secara berkala

c.    Ekskul yang menantang dan terbimbing
   Ekskul merupakan pengembangan kecerdasan yang akan dibina
   Ekskul dirancang secara komprehensif untuk menghasilkan prestasi tertentu
   Mengiformasikan capaian eskul secara berkala kepada orang tua

d.    Meminta partisipasi keluarga
Ø  Keluarga adalah bagian dari sistem dalam pengembangan kecerdasan majemuk
Ø  Keluarga tempat awal dimana siswa menerapkan kecerdasan yang dimilikinya
Ø  Partisipasi keluarga dalam memantau hasil perkembangan siswa

e.    Tampil dalam peristiwa
v  Setiap kecerdasan menuntut adanya tempat untuk mendemostrasikan kebolehannya
v  Mendorong siswa  tampil  dalam  berbagai acara, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat

f.     Merayakan setiap prestasi


SUMBER:
Bahan Ajar Mata Kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi Dr. Robinson Situmorang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar